FF I Can’t Hate You Cho Kyuhyun ( It’s Your Baby! ) Part 1

new

Tittle               : I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun!

Author            : Hilyah Nadhirah / Shin Ah Ra

                          FB                 : http://www.facebook.com/hilyah.nadhirah

                          Twitter         : www.twitter.com/#!/HilyahNadhz

Genre             : Sad Romance

Rating             : PG-15          

Leight             : Chapter

Main Cast      : Cho Kyuhyun, Kim Hye Ra, Kim Jongwoon

Disclaimer      : INI FF CHAPTER PERDANA LOH PEMIRSAH!!! *heboh* *abaikan*.

Author lagi belajar buat FF chapter karna biasanya cuma bisa buat Oneshoot doang. Berhubung ini FF chapter perdana, PASTI ceritanya GAJE MAKSIMAL! Tolong maafkan author, author anak baik baik *apaini? -_-

Sempet ga sempet, suka gak suka, mual ga mual gara gara baca FF ini, FARDHU A’IN RCL!! *maksa

Oke tanpa banyak cuap cuap gak jelas dan gak berguna. Saatnya author bilang…….

~ HAPPY READING!!! ~

Aku ingin membencimu namun tak mampu..

Aku ingin melupakanmu tapi ingatan selalu menolak..

Kuputuskan untuk tetap mencintaimu dan akan selalu mencintaimu..

Meski kau goreskan luka dalam di hati yang tulus menyayangimu..

Aku berjanji akan mencintaimu hingga akhir, walau kau telah hancurkan aku..

-Kim Hye Ra-

 

Aku mencintaimu..

Tapi darah dan takdir tak mengizinkan aku untuk memilikimu..

Sungguh aku mencintaimu, Adikku!

-Kim Jongwoon-

Hye Ra POV

Semilir angin mulai menerpa lembut tiap inchi permukaan wajahku, sang angin juga menerbangkan kesana kemari anak rambutku. Tapi aku tak peduli bagaimana sekarang penampilanku, mungkin ragaku berada disini tetapi pikiranku sudah melayang layang entah kemana. Kutatap Sungai Han yang ada dibawahku dengan sendu, sebuah pemikiran yang seharusnya tak pernah terpikirkan terlintas dibenakku. Kumajukan selangkah kakiku dari pagar pembatas, kupejamkan mataku berharap beban berat dalam hatiku akan hilang bersama angin yang lalu lalang didepanku, ku hela nafas panjang, menikmati untuk terakhir kalinya bau udara yang mungkin tak akan pernah lagi memenuhi ruang paru paru-ku. Dengan setengah gemetar, kumajukan selangkah lagi kakiku, kucondongkan tubuhku menghadap Sungai Han yang mengalir tenang dibawah sana. Kurasakan bagai terbang diangkasa, hanya terpaan angin yang menopang tubuhku.

“ ANDWAE!!.” Kurasakan ada seseorang yang menggenggam erat tanganku, menahan tubuhku agar tak jatuh kedalam aliran tenang Sungai Han. Kubuka mataku yang tadinya menutup rapat.

“ Yesung Oppa!.” Mataku terbelalak melihat sesosok namja yang berada tepat dibelakangku, jemari mungilnya begitu erat menggenggam tanganku.

“ Jebal Hye Ra-yaa! Kumohon jangan lakukan ini!.”

GREEPP… Seketika Yesung Oppa membawaku kedalam pelukannya. Kurasakan dadanya naik turun, sepertinya ia sedang mengatur nafasnya, ku benamkan wajahku pada dada bidangnya, rasanya begitu nyaman. Buliran buliran hangat tiba tiba meluncur bebas dari pelupuk mataku. Rasa sesak itu datang lagi, memenuhi seluruh rongga dadaku.

“ Menangislah! Keluarkan semua bebanmu! Aku akan tetap memelukmu!.” Yesung Oppa tahu kalau aku menangis, Apa isakanku terlalu keras?.

“ Oppa. Mianhaeyo! Jeongmal Mianhae!.” Seruku disela sela isakanku.

“ Gwenchana Hye Ra-yaa. Gwenchana! Semua telah terjadi, dan tak ada yang perlu kau sesali. Anggap ini sebagai pelajaran bagi kehidupanmu kedepannya.” Yesung Oppa semakin mempererat pelukkannya, dan itu membuat isakkanku semakin keras.

Langit menggambarkan sebuah lukisan Tuhan yang amat indah, semburat kuning kemerahan yang begitu elok dipandang. Sang surya kembali keperaduannya, mungkin ia bahagia telah melaksanakan tugasnya dengan baik hari ini. Kebahagiaan Sang surya itu berbanding terbalik dengan keadaanku saat ini. Lemah, dan hanya tubuh Yesung Oppa yang menjadi tumpuan kekuatanku. Sungguh menyedihkan!

—–o0o—–

Kim Hye Ra, adalah sebuah nama indah yang diberikan kedua orangtua-ku saat pertama kali aku membuka mata di dunia ini. Aku bersyukur masih diberikan nafas kehidupan oleh Tuhan sampai umurku yang menginjak 17 tahun ini, walau tadinya aku ingin menghentikan semua perjalanan hidupku. 17 tahun?! Ya! 17 tahun adalah masa masa remaja yang paling membahagiakan, mereka bebas menikmati masa remajanya tanpa ada beban yang menghimpit. 17 tahun juga adalah masa masa pencarian jati diri seorang remaja untuk masa depannya kelak.

Tetapi semua berbeda denganku, aku adalah remaja 17 tahun yang sudah dibebani sebuah kewajiban oleh Tuhan, kewajiban yang tidak seharusnya dilakukan oleh remaja 17 tahun lainnya. Masa depan?! Aku bahkan tak tahu bagaimana masa depanku. Mungkin semua telah hancur, Hancur tak bersisa!. Jika kalian bertanya mengapa? Semua ini karena aku hamil! Aku hamil tanpa ikatan pernikahan. Bahkan aku hamil dengan seorang namja yang tak akan pernah mencintaiku. Bukankah aku sangat bodoh?!.

Apa aku benci pada ayah dari anak yang saat ini sedang ku kandung? Jawabanku adalah TIDAK! Semakin ingin aku membencinya, semakin besar rasa cintaku padanya. Aku tak bisa melupakannya, aku tak bisa membencinya, aku tak bisa menghapus bayangnya dari benakku, walau dia sudah merenggut semuanya dariku, dia merebut masa depanku, dia telah menghancurkan masa remajaku. Kau benar benar hebat Kyuhyun-ssi! Kau mampu membuatku kehilangan akal sehat walau dengan hanya melihatmu. Aku benar benar buta karena cintaku kepadamu, cinta yang tak akan pernah terbalas walau hanya dengan senyuman. Sungguh aku menyesali jalan hidup yang telah digariskan oleh Tuhan, mengapa Kau takdirkan aku menjadi sosok yang sangat menyedihkan ini, Tuhan? Apa Kau sedang mengujiku? Apa Kau tak sayang padaku, Tuhan?!.

***

Author POV

Sang mentari sudah menampakan wajah cerahnya, dia pasti sangat gembira masih bisa menjalankan tugasnya pagi ini untuk menyinari seluruh makhluk Tuhan di muka bumi. Terlihat sesosok yeoja dengan wajah pucat dan kantung hitam dibawah mata beningnya sedang menggeliat pelan saat seberkas cahaya matahari memasuki fentilasi kamarnya.

“ Anyeong, Hye Ra!.” Senyum manis tergambar jelas pada wajah tampan sesosok namja yang baru saja masuk kedalam kamar Hye Ra.

Hye Ra duduk bersandar diranjangnya, disunggingkan sebuah senyum tipis yang baginya cukup untuk membalas sapaan hangat dari namja bernama Yesung alias Kim Jong Woon yang tak lain adalah Oppa-nya.

“ Apa kau yakin akan pergi ke sekolah hari ini?.” Tanya Yesung sambil meletakkan air putih pada nakas disamping ranjang Hye Ra.

“ Ne, Oppa. Nae Gwenchana! Lagipula aku tak seharusnya terpuruk terlalu lama dalam luka ini.” Ujar Hye Ra pelan.

—–o0o—–

            “ Hye Ra, makanlah buburnya. Jangan kau diamkan begitu saja. Kalau kau tidak makan, yang sakit bukan hanya dirimu tetapi juga aegy didalam perutmu. Kau mau membuat keponakanku mati kelaparan didalam sana?.” Omel Yesung saat melihat Hye Ra tak menyentuh sedikit pun bubur yang tersaji didepannya.

“ Oppa. Aku sedang tidak mood makan. Aku sudah kenyang.” Ujar Hye Ra.

“ Hye Ra. Makanlah sedikit. Sini, Oppa akan menyuapimu bukalah mulutmu Aaa~.” Yesung menyodorkan sesendok bubur didepan bibir Hye Ra.

“ Shirreo!.” Hye Ra memundurkan sendok didepan bibirnya

“ Ayolah!. Aaa~ Buka mulutmu!.” Yesung kembali menyodorkan sesendok bubur.

“ Oppa!! Aku tak mau!. Shirreo!.” Hye Ra mempoutkan bibirnya sambil menggeleng geleng cepat.

“ Aissh kau ini. Ya sudah kalau tidak mau makan buburnya, tapi setidaknya kau harus minum susu. Ige!.” Yesung memberikan segelas susu coklat pada Hye Ra. Hye Ra pun meminumnya hingga tak bersisa.

“ Anak pintar!. Kajja Oppa akan mengantarmu ke sekolah.” Ujar Yesung sambil mengacak acak lembut rambut adik satu satunya itu.

@ Paran High School

“ Keponakkanku, kau jangan berulah didalam sana ya! Jangan membuat Eomma-mu susah, Arraseo?!.” Tangan mungil Yesung mengusap usap perut rata Hye Ra.

“ Oppa sudahlah! Kalau ada yang mendengar, bagaimana?.” Kata Hye Ra was was.

“ Aissh, Aku hanya ingin berbicara dengan keponakkanku. Apa tak boleh?.” Kata Yesung.

“ Tapi Oppa.. Ini di sekolah!” Ujar Hye Ra.

“ Ne..ne.. Mianhae! Sudah cepat masuk, kau mau terlambat?.” Kata Yesung menarik kembali tangannya dari perut Hye Ra.

“ Anni. Ya sudah, Anyeong Oppa!.” Hye Ra mengecup sekilas pipi Oppa-nya sebelum membuka pintu mobil.

—–o0o—–

            Seorang yeoja cantik berambut coklat dan berperawakan tinggi melangkah memasuki koridor sekolah. Wajahnya tertunduk menatap lantai, tangannya terus memegangi sandangan tas yang ia gendong. Gigi ratanya tak henti henti menggiggit bibir bawahnya. Tetapi seketika langkah yeoja itu terhenti saat melihat seseorang yang sangat dikenal olehnya berjalan berlawanan arah. Dengan tatapan nanar membendung air mata, dilihatnya sesosok namja berkulit putih susu, namja yang tega mengukir luka dalam di hati yeoja itu. Tatapan kedua anak manusia ini akhirnya bertemu, wajah yeoja bernama Kim Hye Ra itu seketika berubah menjadi pucat, peluh keluar dari pelipisnya, tubuhnya bergetar melihat manik mata namja yang ada dihadapannya.

Mata coklat milik namja bernama Cho Kyuhyun itu memperhatikan setiap lekukan wajah Hye Ra. Ditelitinya setiap inchi paras cantik Hye Ra, bahkan Kyuhyun sampai mencondongkan wajahnya dihadapan yeoja itu. Setelah sekian lama memperhatikan Hye Ra, Kyuhyun pun tersenyum sinis dan membuang muka, dengan santainya ia melenggang pergi menuju arah yang berlawanan dengan Hye Ra.

Tubuh Hye Ra semakin bergetar menahan tangis, ia kembali diingatkan dengan sebuah kejadian yang membuatnya hancur, membuatnya merasa sudah tak berguna lagi. Tetes demi tetes air mata sukses menggenang, Hye Ra menutup mulutnya dengan tangan kanannya, berusaha meredam suara isakannya agar tak terdengar oleh murid lain. Dengan kaki yang sudah melemah, Hye Ra berlari menuju kelas.

Kyuhyun POV

Setelah sebulan tak terlihat, akhirnya yeoja itu muncul lagi. Sungguh tak disangka! Setelah kejadian itu, dia berani menampakkan batang hidungnya didepanku. Apa dia tak merasa hancur?. Memang, sebulan yang lalu aku melakukan sesuatu kepadanya, aku menanamkan calon bayi dalam rahimnya. Ya, aku menghamilinya. Tapi anehnya, sama sekali tak ada rasa penyesalan dalam diriku. Aku merasa hal itu tidak pernah terjadi dan yang perlu kalian tahu, aku melakukannya hanya untuk memenangkan taruhan. Bukankah ini sungguh menarik?!.

Flashback On

            “ Ya, Kyuhyun! Bagaimana kalau kita membuat taruhan?.” Si siluman monyet itu memamerkan gusi merah muda-nya.

“ Kalau tidak menarik aku tidak mau.” Jawabku sambil terus memainkan PSP kesayanganku.

“ Dengar dulu, aku punya ide bagus.” Eunhyuk merebut PSP dari tanganku.

“ Yak monyet! cepat kembalikan!.” Tanganku mencoba menggapai-gapai benda persegi yang sekarang ada ditangan Eunhyuk.

“ Dengarkan aku dulu! Kau tahu Kim Hye Ra, murid kelas 3? Bukankah dia sangat cantik?.” Eunhyuk memajukan wajahnya dan menatapku dengan mata yang berbinar binar.

“ Arraseo! Wae?!.” Tanyaku malas.

“ Bagaimana kalau kita jadikan dia bahan taruhan? Siapa yang berhasil mengencaninya terlebih dahulu dia yang akan menang.” Kata Eunhyuk dengan nada semangat 45.

“ Apa imbalannya?.”

“ Jika kau menang, aku akan memberikan Harley-ku. Tapi jika aku yang menang, kau harus memberikan mobilmu. Bagaimana?!.”

Aku termenung menimbang-nimbang tawaran Eunhyuk. Motor Harley Davidson milik Eunhyuk adalah impianku sejak dulu. Tawaran ini sungguh menggiyurkan, aku juga yakin akan memenangkan taruhan ini. Dari segi wajah aku pasti lebih unggul daripada monyet ini, dari segi kharisma dia juga kalah telak denganku, dari segi kepintaran aku jauh diatasnya. Jadi apa yang harus aku takutkan?.

“ Oke. Aku terima taruhan ini.” Aku menjabat tangan Eunhyuk. Sebuah garis senyum terukir dibibirku. Bukan senyum yang manis, tetapi sebuah senyum sinis.

Flashback Off

            “ Oppa!.” Seseorang memeluk erat punggungku dari belakang dan kubalikkan tubuhku.

“ Chagi-yaa.” Ku tarik kedua sudut bibirku membentuk senyuman setelah melihat sesosok yeoja yang sangat aku cintai, Kang Ji Yoon . Kuperhatikan wajahnya, matanya memerah menahan tangis sepertinya ia sedang ada masalah.

“ Waeyo? Apa ada masalah eum?.” Tanyaku lembut sambil menangkup pipi tirusnya. Ji Yoon hanya diam sambil menatap mataku.

“ Katakan apa yang terjadi.” Ucapku sambil menatap lurus mata Ji Yoon.

“ Gosip-mu dengan Hye Ra sudah menjadi berita hangat. Apa benar berita itu?.” Ji Yoon mulai menitikkan air mata.

Aku tersentak mendengar pernyataan Ji Yoon. Apakah berita aku menghamili Hye Ra telah tersebar? Kalau benar, tamatlah riwayatku.

“ Berita apa?.” Tanyaku gugup.

“ Berita kalau Oppa berpacaran dengan Hye Ra. Mereka bilang, tadi pagi oppa bersama dengannya. Sungguh berita itu membuat telingaku panas. Apa itu benar?.” Ji Yoon menatap mataku sendu. Jujur aku lega, ternyata hanya berita murahan yang tersebar bukan rahasia besar yang sedang kupendam.

“ Tentu saja tidak. Aku hanya punya satu hati, dan itu hanya untukmu, Chagi-yaa.” Tanganku menarik lengan Ji Yoon dan membawa tubuhnya kedalam pelukanku.

“ Aku tak percaya sebelum ada buktinya.” Ji Yoon melepaskan pelukanku. Aigoo, apa sebegitu marahnya dia terhadap gossip murahan itu.

“ Rupanya perlu bukti?.” Aku menatap Ji Yoon dengan tatapan evil.

“ Ne, aku butuh bukti.” Ji Yoon salah tingkah saat aku mencondongkan wajahku.

“ Oke, akan aku buktikan!.”

Tanpa aba-aba, langsung ku sambar bibir merah nan mungil milik Ji Yoon. Kulumat perlahan bibirnya dan kutekan tengkuknya, pada awalnya Ji Yoon menutup rapat bibirnya enggan membalas ciumanku, apa dia masih marah terhadapku?. Kugigit bibir bawahnya, Ji Yoon mengerang tertahan akibat bibirku yang masih sibuk melumat bibirnya. Mulut Ji Yoon akhirnya terbuka dan kesempatan ini tak ku sia siakan, ku absen deretan gigi Ji Yoon dengan lidahku. Akhirnya Ji Yoon pun membalas ciumanku, lidah kami saling bertaut, saliva kami juga bertukar. Kami semakin larut dengan sensasi dari lumatan lumatan lembut yang terasa di bibir kami sampai tak sadar kalau decakan demi decakan sudah memenuhi koridor sekolah. Ji Yoon mulai mengalungkan tangannya pada leherku, aku juga mendekap pinggang ramping Ji Yoon untuk memperkecil jarak diantara kami. Sampai akhirnya Ji Yoon memukul mukul dada bidangku dan aku pun melepaskan tautan bibirku terhadap Ji Yoon.

“ Hssh..Hsshh.. Oppa ingin membuatku mati kehabisan oksigen eoh?!.” Kata Ji Yoon dengan nafas yang tersengal sengal.

Aku hanya tersenyum simpul, ku tarik nafas panjang untuk mengisi kembali rongga paru paruku yang mulai kosong akibat ciuman tadi. Kemudian tanganku kiriku menggenggam tangan kiri Ji Yoon sedangkan tangan kananku tepatnya ibu jariku mengusap lembut bibir Ji Yoon yang basah.

“ Sekarang apa kau sudah percaya?!.” Tanyaku.

“ Ne, Oppa. Aku percaya padamu. Saranghae.” Kata Ji Yoon masih dengan nafas yang tersengal sengal.

“ Nado Saranghaeyo!.”

BRAAK! Tiba tiba terdengar suara dari kamar mandi yang ada tepat diseberang tempat kami berciuman. Tatapanku dan Ji Yoon bertemu, kami sama sama heran dengan suara itu. Wajah Ji Yoon juga terlihat panik, sudah bisa ditebak pasti dia takut kalau ada yang melihat adegan ciuman kami.

Hye Ra POV

Hari ini adalah hari pertamaku bersekolah setelah 1 bulan menenangkan pikiranku dari trauma hebat yang kualami. Jujur aku sangat rindu pada teman temanku, aku ingin bercanda, tertawa seperti dulu. Tetapi apa masih bisa aku tertawa lepas seperti dulu setelah peristiwa itu terjadi?.

“ Ra-yaa, jeongmal bogoshipeo!.” Sahabatku, Shin Hwa Young langsung menghambur kepelukanku saat aku berada di ambang pintu kelas.

“ Nado bogoshipeo, Young-aah.” Aku hanya tersenyum tipis sambil mengusap usap punggung sahabatku ini.

Kulihat penjuru ruang kelas, semuanya menatapku. Apa mereka sudah terbiasa tak melihatku sehingga saat aku masuk semuanya merasa aneh. Kuedarkan lagi pandanganku, titik fokus mataku mencari cari orang yang juga sangat aku rindukan.

“ Mana Soo Jin dan Soo Hee? Aku merindukan si kembar itu.” Tanyaku

“ Soo Jin sedang ke toilet untuk merapikan dandanannya, kalau Soo Hee entahlah!.” Hwa Young mengangkat bahunya. Aku hanya tersenyum mendengar penuturan Ji Young.

“ KYAAA~ OMO!! HYERA!! KAU KEMBALI!! OMO! OMO! OMO!.” Sebuah teriakan sukses membuatku terperanjat kaget. Ku balikan tubuhku dan ternyata….

“ HYE RA!! BOGOSHIPEO!!.” Soo Jin langsung memeluk tubuhku erat dan menggoyang goyangkan tubuhku kegirangan.

“ Yak! Suaramu sangat memekakkan telinga. Suaramu yang cempreng itu bisa membuatku tuli. Dasar ahjumma-ahjumma cerewet.” Soo Jin melepaskan pelukannya saat mendengar cemoohan seseorang di belakangnya.

“ Soo Hee! Kau! Sampai kapan kau akan mencomoohku? Tak sadarkah kalau dirimu adalah ahjumma yang tak laku laku?.” Soo Jin mencibir kembarannya.

“ MWO?! YAK! SOO JIN!!.” Soo Hee memelototkan matanya sampai sampai seperti akan keluar.

Aku hanya terkekeh mendengar pertengkaran sahabat kembarku ini. Sifat mereka tetap tak berubah, Soo Jin dengan sifat centil dan kekanak kanakannya, dan Soo Hee dengan sifat cuek dan tomboy nya. Wajah mereka memang sangat mirip, tetapi sangatlah mudah membedakannya. Cara berpakaian mereka berbeda 180o, Soo Jin dengan dress selutut berwarna sapphire dan Soo Hee hanya menggunakan celana jeans dipadukan dengan kemeja kotak kotak yang kancingnya dibiarkan terbuka yang didalamnya ada T-shirt abu abu. Sepatu mereka juga sangat berbeda Soo Jin tentu dengan highheels 8 centinya sedangkan Soo Hee hanya menggunakan sepatu kets, sungguh kembar identik yang aneh.

“ Kembar! Sudahlah diam. Sekarang Hye Ra telah kembali, kenapa kau menyambutnya dengan pertengkaran tak berguna macam itu?.” Hwa Young memarahi anak kembar itu.

“ Yak yak Hye Ra-yaa bagaimana suasana Paris? Oh ya, bagaimana keadaan Eomma mu? Apa sudah membaik?.” Tanya Soo Hee.

Aku sedikit kaget dengan pertanyaan Soo Hee. Paris? Memang, aku mengarang cerita tentang kepergianku 1 bulan lalu. Aku terlalu malu untuk bercerita semua yang telah terjadi kepada sahabatku, jadi aku terpaksa membohongi mereka dan mengatakan bahwa aku mengantar Eomma berobat ke Paris. Aku sungguh merasa bersalah pada kalian, Sahabatku. Jeongmal Mianhae!

“ Hye Ra, kau pasti membelikan oleh oleh parfum untukku ‘kan?.” Soo Jin mentoel toel lenganku sambil ber-aegyo-ria, membuatku sadar dari lamunanku.

“ Ne? Oh itu.. eungg.. mianhae Jin-aah, aku tak sempat membelinya. Tapi kalau aku ke Paris lagi, pasti aku akan membelikan untukmu.” Aku menangkup pipi chubby Soo Jin dan mencubitnya gemas melihat bibir Soo Jin yang sudah maju beberapa centi.

“ Ne, ne! Tapi awas kalau kau lupa. Aku tak akan menjadi sahabatmu lagi, kita PUTUS!.” Kata Soo Jin sambil melangkah gontai menuju kursinya.

“ MWORAGO?!! BWAHAHAHAHA~” Soo Hee dan Hwa Young tertawa kencang mendengar ucapan Soo Jin.

—–o0o—–

Jang seongsenim mengetuk-ngetuk papan tulis dengan sebilah bambu untuk menunjuk rumus rumus fisika yang tertulis jelas di papan putih itu. Ku topangkan dagu dengan tangan kanan dan tangan kiriku memutar mutar bulpoin. Pikiranku melayang layang, memang sekarang aku lebih sering berada di “alam khayalanku” daripada di dunia nyata. Tiba tiba kepalaku pening, sosok Jang seongsenim yang ada didepanku sudah tak lagi satu, melainkan lima! Kupijat keningku, berharap pening itu hilang. Tetapi bukannya hilang malah sekarang perutku mual,bak bermain roller coaster. Aku tahu pasti ini adalah ulah aegy-ku.

‘ Eomma mohon jangan susahkan eomma saat ini. Mengertilah Chagi-yaa.’ Batinku.

Rasa mual tak tertahan lagi, aku bangkit dari kursiku kemudian berlari dengan kekuatan yang masih ku punya. Terdengar Jang seongsenim meneriakkan namaku tetapi tak ku gubris. Aku menutup mulutku dengan sebelah tangan, langkahku terhuyung huyung. Sampai akhirnya, ku buka pintu kamar mandi dan berlari menuju wastafel. Ku keluarkan semua isi perutku, ku tuntaskan semua rasa mualku. Setelah selesai ku basuh bibirku dengan kasar, aku bermaksud untuk kembali ke kelas. Ku putar knop pintu dan ku longokkan kepalaku keluar, DAN.. sebuah pemandangan tersuguh begitu saja didepan mataku. CHO KYUHYUN! Dia mencium seorang yeoja dan bisa ku pastikan kalau dia adalah Kang Ji Yoon, yeojachingu-nya. Entah mengapa hatiku terasa sakit, dadaku sesak seperti tak ada lagi pasokan udara yang memenuhi ruang paru paruku. Pandanganku mulai memburam karena air mata yang memenuhi pelupuk mataku, isakan mulai terdengar dan cepat cepat ku tutup mulut dengan kedua tanganku untuk meredam suara tangisanku. Kututup kembali pintu kamar mandi, tubuhku langsung merosot dibalik daun pintu, tubuhku memang sudah tak kuat menopang, aku kehilangan segenap kekuatan, dan ketegaran. Tangisanku masih ku redam menggunakan kedua tanganku karena aku takut mereka mendengarnya. Air mata tak henti hentinya mengalir dari mataku.

“ Seandainya kau tak ada, maka aku tidak akan semenderita ini. Aku tidak akan malu, dan aku tidak akan terbebani. Semua karenamu, kau aegy jahat, kau jahat!!.” Ku pukul-pukul lagi perutku.

Aku bangkit dan meraih knop pintu, tetapi sebelum aku membuka pintu, pening itu datang lagi dan rasa itu lebih kuat daripada yang tadi, ku pegang kepalaku, badanku limbung, pandanganku mulai kabur dan…. Gelap.. semua menjadi gelap.

Kim Jong Woon POV

“ ARGGHH!!! BRENGSEK!!.” Aku mengacak acak rambutku frusatasi. Kupukul stir mobil untuk melampiaskan amarahku.

Nafasku tersengal-sengal setelah menuangkan semua kemarahanku. Kupandangi selembar foto yang ada di genggamanku, seorang yeoja yang di rangkul seorang namja tinggi berkulit putih, mereka tersenyum bahagia dalam foto itu.

“ Seberapa berharganya dia sampai sampai kau tidak bisa membencinya meski dia telah menghancurkan semua milikmu.” Aku menatap nanar foto itu.

“ Kalau bukan karenamu yang menahanku, mungkin dia sudah tak ada di dunia ini. Dia telah ku bunuh dengan tanganku ini.” Lagi lagi aku berbicara pada selembar foto ini.

“ Asal kau tahu, aku sangat menyukaimu, ah anniyo, aku sangat mencintaimu, jeongmal jeongmal saranghaeyo! Aku mencintaimu sebagai seorang yeoja, bukan sebagai adikku. Aku mencintaimu Kim Hye Ra, aku mencintaimu.” Tak terasa buliran hangat jatuh dari mata sipitku membasahi foto yang saat ini masih ku genggam.

Aku sakit, dadaku terasa sesak, aku merasa seperti terhimpit beban ribuan ton saat mendengar gadis yang aku cintai telah dilukai oleh seorang namja brengsek seperti CHO KYUHYUN. Cih! Menyebutkan namanya saja sudah membuatku muak dan jijik. Ingin kubunuh dia, karena memang dia sudah tak layak untuk hidup. Sungguh, amarahku membuncah melihat Hye Ra terpuruk seperti ini, dia sangat shock aku pun juga sangat terpukul, tetapi aku harus terlihat tegar di hadapannya, aku harus memberi dukungan, memberi semangat padanya disaat seperti ini.

Drrt…Drrt…

Ponselku bordering, ku ambil benda persegi panjang itu di dashboard mobilku. Ku pandangi deretan nomor dan nama yang tertera di layar ponselku. Hye Ra?! Mengapa dia menelponku di jam sekolah seperti ini?.

“ Waeyo Hye Ra-ya?.”

“………..”

“ MWO?! Sekarang bagaimana keadaannya?.”

“………..”

“ Ne, aku akan kesana, 15 menit lagi aku sampai. Tolong jagalah dia!.”

PIP..

Kuletakkan kembali ponselku di dashboard, seketika ku hidupkan mesin mobilku dan melaju kencang menuju Seoul International Hospital. Pikiranku kalut, baru saja Hwa Young menelponku dan mengatakan bahwa Hye Ra terjatuh dan pingsan di kamar mandi.

“ Kumohon bertahanlah, Hye Ra.” Gumamku selama perjalanan.

Author POV

Terlihat tiga orang yeoja sedang berada di depan ruang UGD. Salah satu dari mereka terus mondar-mandir dengan raut wajah khawatir.

“ Young-aah, duduklah. Aku pusing melihatmu terus mondar-mandir tak jelas.” Kata salah satu yeoja yang duduk di kursi tunggu rumah sakit itu.

Yeoja bernama Hwa Young itu langsung menatap yeoja tadi dengan tatapan membunuh.

“ Soo Hee, bagaimana aku bisa tenang sedangkan Hye Ra terbaring lemas didalam sana.” Nada bicara Hwa Young sedikit membentak.

“ Arraseo.” Kata Soo Hee tertunduk.

“ Yakk Soo Jin sudahlah jangan menangis terus. Dengan kau menangis itu hanya membuatku semakin resah.” Hwa Young mengalihkan pandangan ke arah yeoja yang duduk di sebelah Soo Hee.

“ Tapi… Hye Ra… HWAAA~” Tangis Soo Jin semakin memekakkan telinga, ia semakin disibukkan oleh tissue tissue-nya untuk menghapus ingus yang mulai keluar dari kedua lobang hidungnya. ( hgggh -_-“ ).

“ Kau ini menjijikkan sekali.” Soo Hee menjitak kepala kembarannya.

“ Aww. Appo!.” Ringis Soo Jin masih dengan suara parau.

CEKLEK..

Pintu ruang UGD terbuka, seorang namja paruh baya ber-jas putih keluar dari ruangan itu bersama dua perawat.

“ Bagaimana keadaan teman saya, Uisa?.” Tanya tiga yeoja itu serempak.

“  Mungkin nanti malam dia akan siuman. Luka di kepalanya akibat jatuh tidak terlalu serius. Untung mereka selamat.” Jelas Uisanim dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

“ Mereka?!.”

TBC………………

 

Eotthe???

Kurang greget?

Kurang dapet feel-nya??

Banyak typo??

Super GaJe???

Mianhae,, untuk next part author bakal memperbaiki..

Gumawo yang udah RCL *pelukcium -_-v

 

 

47 thoughts on “FF I Can’t Hate You Cho Kyuhyun ( It’s Your Baby! ) Part 1

  1. First kah ???
    Alur crita bikn pnasarn bngt ,,jarng2 kn kyu ngehamilin cwe palagi msh school …ckckck kyu dh mulay pervert#d kejar sparkyu
    kasian ke hyera yg hrus nanggung ini sndirian …
    Nex part nya dh ada ,,jadi mO langsung lnjut bca yaaa

  2. Kyuhyun, yak kau tega nian menghamili. Mana ada perjanjian menghamilih Hyera yang ada kan cuman berkencan. Dasar setan mesum! Mana muka biasa aja gitu ga ada rasa bersalah, pria macam apa kau? /tabok Kyuhyun/
    aduh Kim Jong Woon, itu kan adik lu sendiri, masa iya suka sama adik sendiri. Tapi gue setuju kalo lo ngebunuh itu Kyuhyun/eh/ gue jadi sewot gini yah –’ sumpah gue benci sama cowok macam ini. Errrrrrghhhhh ngapain dicintai /dilempar/ eh gue ngebacot aja dateng2 ya. Hihi belom kenalan, i’m newe reader. Era 17yo. Salam kenal ya :’) ceritamu bagus.

  3. Kyu.. Kan taruhannya cm yg bs kencan sm hyera, bukan hamilin ank org. Iiii… Bandel
    Lagipula.. Tau drmn kyuhyun klo hyera itu sdh hamil? Mang udh diksh tau sm hyera atau yeye? Atau jgn2 dia ngelakuin hal itu sekali trus dgn pe de nya bilang hyera hamil ank dia? Hahahhh
    kyuhyun jahat disini #cekek ajaaaa

  4. omo! kyu jahat bgt -_- keren euy authornya bisa bikin gregetan sama tingkahnya kyu xD aku mau baca selanjutnya yaaa thor ^^

  5. kemaren udah sempet baca lewat phone… gegara signal minta diinjek… jadinya gak bisa komen… #bakarsignal

    ish…. luar biasa sifat sikyu di sini… ngeri beudh…
    teganya… teganya… teganya…. jahat banget dianya… nyesek T_T

  6. annyeong aq readers baru disini, bangapseumnida .
    woah kyu jahat yaa d.sni, kasian hyera .
    untung ada jong woon yg nmenin hyera wlpn dya cm oppa.a .
    pnasaran sma lnjutan cerita.a .

  7. Kyuhyun jahat /tabok kyuhyun(?)/ /dibakar sparkyu/ -__- keren thor, sumveh:v feelnya dapet banget, dan itu berakibat pengen nabok kyuhyun pake bibir(?) waks:v

  8. Annyeong.. New reader here ;)
    sebenarnya aku liat ffmu di blog tetangga thor hehe tp karena tertera blog author jd lgsung aja deh bca dsni :)
    bikin penasaran.. Ceritanya beda daan aku suka thor.. Lanjut ya thor..

  9. Kenpa kyuhyun disini jd bad boy :(

    apalagi dia sudah berani mengamili anak orang , udah gag mau tanggung jawab lg , .

    Ntar liat aja pasti ada balasannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s