I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun ( It’s Your Baby! ) Part 3

new

Tittle               : I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby! )

Author            : Hilyah Nadhirah / Shin Ah Ra

                          FB                 : http://www.facebook.com/hilyah.nadhirah

                          Twitter         : www.twitter.com/#!/HilyahNadhz

Genre             : Sad Romance

Rating             : PG-15          

Leight             : Chapter

Main Cast      : Cho Kyuhyun, Kim Hye Ra, Kim Jongwoon

Disclaimer      : Author berpredikat lelet dalam pengetikan FF dateng lagi dengan part 3 =.=v. Setelah sekian lama bertapa mencari ide untuk menunjukkan keevilan seorang (?) Kyuhyun. Akhirnya chapter 3 lahir (?) juga. Seperti part part sebelumnya, kata membosankan, typo, selalu setia menghiasi (?) FF ini. Okelah kalo begitu.. Tanpa banyak bacot lagi.. saatnya author bilang…

~ HAPPY READING!!! ~

“ Apa kau tak berniat untuk menggugurkannya? Dia cuma menjadi beban hidupmu.” Kyuhyun tersenyum licik.

PLAKK!! Aku menampar Kyuhyun, keras dan pasti sangat sakit. Tetapi itu tak sebanding dengan betapa sakitnya hatiku.

“ Aku tak akan melakukannya. Aku sudah cukup berdosa melakukan semuanya denganmu, aku tidak mau berdosa lagi karena menggugurkannya. Aku akan mempertahankannya! Dan kau!! Kau tidak akan kuanggap lagi sebagai Appa dari anak ini! Silahkan bersenang senang dengan gadismu!.” Dengan sekuat tenaga yan kumiliki, akhirnya aku bisa mengeluarkan kata kata itu.

Kyuhyun hanya terdiam sambil memaparkan evil smirk-nya. Tatapannya begitu meremehkanku. Rasanya sakit, pedih melihatnya berlaku seperti itu padaku. Kau memang namja terjahat yang ku cintai, Cho Kyuhyun!.

“ Hye Ra, mianhae menunggu la-…” Pintu terbuka, memuntahkan sosok namja yang sedari tadi aku tunggu. Jongwoon Oppa.

Dia terdiam, matanya berapi api melihat Kyuhyun, sedangkan yang dilihat hanya membalas tatapan Jongwoon Oppa dengan tatapan merendahkan. Kulihat tangan Jongwoon Oppa mengepal, rahangnya mengeras. Sudah bisa dipastikan sebentar lagi dia akan bertindak sesuatu pada Kyuhyun!.

“ KAU!!!!.”

~ Story Beginning ~

 

 

 

 

 

Saat ini, aku tidak akan memaksamu mencintaiku..

Tetapi suatu saat, kau akan menyadari betapa besar cintaku untukmu..

 

_Kim Hye Ra_

 

Author POV

Terlihat sosok namja yang memendam amarahnya. Semua terlihat dari mata seorang Kim Jongwoon, meski sipit tetapi mata itu dapat memancarkan aura kemarahannya. Tangannya mengepal di atas udara, sudah pasti dia akan menghabisi sosok namja yang ada di hadapannya saat ini.

“ HENTIKAN!.” Teriak seorang yeoja cantik berbalutkan piyama rumah sakit. Tangannya menutup kedua telinga dengan kuat.

Hening. Semua menghentikan aktivitasnya. Kedua namja itu sekarang berbalik menatap yeoja yang sedang terisak hebat. Dengan tetap menutup kedua telinganya, yeoja itu mengeluarkan bulir bulir bening dengan deras dari pelupuk matanya. Hanya suara isakan yang mendominasi suasana yang tercipta.

“ Mengapa kau membelanya? Mengapa kau tak bisa membencinya? Apa sebesar itu cintamu padanya?.” Tanya Jongwoon dengan menaikkan volume suaranya.

Yeoja itu hanya diam, ia tak bisa menghentikan tangisannya. Ia tak tahu harus menjawab apa.

“ Kim Hye Ra! Jawab aku!.” Bentak Jongwoon.

Hye Ra hanya menunduk, tak berani menatap wajah dan mata Oppa-nya itu. Ia takut menyakiti kakaknya.

“ A.Ak..Aku.. masih.. masih.. mencintainya. Apapun alasannya, terlalu sulit untuk menghilangkan segala perasaanku. Sekalipun dia telah menyakitiku.” Jawab Hye Ra lirih.

Jongwoon menatap Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan Hye Ra dengan tatapan tak percaya. Entah apa yang tengah dipikirkan oleh Kyuhyun.

“ Sekarang kau dengar sendiri? Seberapa besar cinta adikku padamu. Dia rela memberikan segalanya untukmu. Tetapi apa yang kau berikan untuknya? Hanya luka, perih, dan airmata. Kau tahu, kau telah membuatnya menderita! Namja macam apa kau ini!.” Jongwoon menahan emosinya saat berbicara pada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya terdiam dan mengabaikan ucapan Jongwoon. Ia malah sibuk memperhatikan wajah Hye Ra. Kyuhyun sendiri tak tahu mengapa ia tak bisa berhenti menatap wajah cantik seorang Kim Hye Ra.

“ Apa sekarang kau mulai merasa bersalah Tuan Cho?.” Tanya Jongwoon dengan tersenyum sinis.

“ Anni. Aku hanya berfikir mengapa ada yeoja sebodoh dan se-menyedihkan dia. Sungguh aku tak habis pikir, ternyata memang benar benar ada sosok yeoja seperti itu. Sekarang aku muak melihat wajah yeoja itu. Cih!.” Sindir Kyuhyun.

Dengan langkah ringan dan merasa tak bersalah, Kyuhyun berjalan mendekati pintu dan hendak memutar knop pintu.

BUGGH!

Sebuah tangan menarik pergelangan tangan Kyuhyun dan sukses membuatnya berbalik badan. Kyuhyun jatuh tersungkur ketika sebuah hantaman keras mengenai pipinya dengan sangat mulus, meninggalkan bekas berupa cairan kental berwarna merah disudut bibirnya.

Kyuhyun meringis menahan perih di bibirnya. Sambil menyeka darah segar yang mengucur dengan kasar, ia mencoba berdiri dan bangkit.

“ Kau dan adikmu sama sama bodoh. Menjijikkan!.” Cibir Kyuhyun sebelum membalikkan tubuhnya dan keluar dari kamar perawatan Hye Ra.

Jongwoon masih mengepalkan tangannya dengan kuat. Matanya masih menatap tajam kearah daun pintu yang baru saja dilewati oleh Kyuhyun. Giginya menggeretak, sudah berulang kali ia menahan emosinya terhadap namja setan itu, dia lakukan karena Hye Ra selalu memohon dan memelas padanya. Tetapi hari ini, ambang batas amarah Jongwoon sudah berada ditempat tertinggi. Ia sudah tak bisa bersabar lagi melihat sikap Kyuhyun.

“ Sakit! Rasanya sakit, Oppa.”

Jongwoon terbelalak melihat Hye Ra sudah jatuh berlutut, air matanya mengalir bak aliran sungai. Tangannya memegang dada kirinya.

“ Hye Ra, gwenchana?!.” Tanya Jongwoon sambil membantu Hye Ra bangkit kembali.

“ Mendengarnya berkata begitu adalah hal paling menyakitkan. Tetapi tak sepenuhya dia salah. Dia benar, aku memang yeoja bodoh. Kadang aku benci pada diriku sendiri yang terlalu mengagungkan perasaanku padanya.” Linangan air mata tak mampu disembunyikan oleh Hye Ra. Ini terlalu sakit.

Tiba tiba dengan satu tarikan tubuh Hye Ra terhuyung, dan sedetik kemudian tubuh ringkih itu telah berada didalam pelukan hangat seorang Kim Jongwoon.

“ Kau harus membencinya, kau harus melupakannya.” Bisik Jongwoon sambil mengelus punggung Hye Ra

Kyuhyun POV

“ Sial!.” Aku mendengus kesal.

Kusandarkan tubuhku pada pintu yang baru saja ku lewati. Kupejamkan mataku. Tanganku mengepal erat, dadaku naik turun mengatur nafasku yang tersengal sengal. Aku tak tahu mengapa jantungku berpacu dan berdetak lebih kencang, hal ini terjadi tiba tiba. Kenapa seperti ini?.

“ Oppa?.” Aku tersentak lantas membuka mataku.

Sesosok yeoja yang sangat kukenal tengah berada didepanku. Matanya bak meneliti wajahku secara detail. Ekspresi wajahnya yang lucu membuatku berhasil menarik garis senyum dari kedua sudut bibirku.

“ Ji Yoon-aah.” Dengan tetap tersenyum, kutatap wajah yeoja yang selalu mewarnai hari hariku ini.

“ Oppa, kau kemana saja?. Kenapa lama sekali? Apa kau lupa ruang perawatan Eomma?.” Tanya Ji Yoon berturut turut. Aku hanya tersenyum.

“ Apa yang kau lakukan disini?.” Aku mengabaikan pertanyaan Ji Yoon sebelumnya.

“ Aku ingin membeli makanan untuk Eomma. Oppa mau ikut?.” Tanyanya.

“ Eumm.” Aku mengangguk sambil mengusap puncak kepala Ji Yoon lembut.

***

            “ Aku pesan lemon tea dan kimbab. Oppa, kau ingin pesan apa?.”

“ Sama saja denganmu.”

“ Oke, lemon tea dan kimbab-nya 2.”

“ Ne, mohon tunggu sebentar Aggashi.” Pelayan restaurant itu akhirnya berlalu meninggalkan meja kami.

Aku dan Ji Yoon memang memutuskan untuk makan siang dahulu setelah membeli makanan untuk Eomma Ji Yoon. Aku sungguh khawatir melihat wajah Ji Yoon yang pucat. Aku tahu dia pasti belum makan sebelum pergi ke butik.

“ Oppa.” Panggil Ji Yoon manja.

“ Eumm?.” Aku tersenyum.

“ Apakah kau mencintaiku?.” Tanya Ji Yoon.

“ Tentu saja.”

“ Jinjja?.” Tanya Ji Yoon dengan mata yang menyelidik.

“ Ne. Waeyo?.”

“ Anni. Aku hanya ingin tahu.”

“ Ohh.”

“ Kau tak pernah mengkhianatiku ‘kan?.” Tanyanya lagi.

“ Anniyo. Aku tak pernah mengkhianatimu.” Aku menggenggam jemari Ji Yoon.

Ji Yoon tersenyum memandangku.

“ Memang harus seperti itu. Oppa, maukah kau berjanji bahwa kau akan terus mencintaiku, apapun keadaannya?.”

“ Mengapa tiba tiba bertanya seperti itu?.” Tanyaku heran.

“ Eobseo. Hanya ingin bertanya. Bisakah kau berjanji? Karena jika tanpamu, aku akan mati. Kau adalah nyawaku, Oppa.” Ucap Ji Yoon.

“ Ne, aku berjanji. Aku berjanji akan mencintaimu, aku berjanji tak akan mengkhianatimu.” Aku mengecup singkat punggung tangan yeoja-ku ini.

“ Gumawo, Oppa.”

Hye Ra POV

Hari ini adalah pertama kalinya aku bersekolah setelah selama 1 minggu belakangan ini dirawat di rumah sakit. Seperti biasa, aku berjalan menyusuri koridor sekolah dengan tertunduk. Berubah!. Aku berubah, tak ada lagi Hye Ra yang ceria, tak ada lagi Hye Ra yang riang. Saat ini hanya ada Hye Ra yang pendiam, Hye Ra yang suka termenung sendiri, Hye Ra yang sering menangis. Aku tersiksa dengan keadaanku, ini bukanlah diriku yang dahulu, bukan diriku yang sebenarnya. Aku merasa seperti menjadi orang lain meskipun ragaku masih sama.

“ Oppa, bagaimana kalau nanti siang kita membeli sesuatu untuk Eomma?.” Suara manja yang aku sangat kenali, -yaitu suara Kang Ji Yoon- memasuki gendang telingaku dengan jelas, membuatku sedikit mendongakkan kepala untuk melihat asal suara itu.

“ Ne. Kau mau kemana? Mall? Myeongdeong? Atau kemana?.” Tanya sosok namja yang saat ini berjarak 2 meter didepanku.

Aku menatap sejoli ini dengan tatapan nanar, entah mengapa rasa sakit itu datang, rasa sesak itu kembali menyeruak didalam dadaku. Aku yakin mataku telah berkaca kaca, pandanganku mulai memburam.

Jujur aku iri pada Ji Yoon, dia sangat menikmati hubungannya bersama lelaki yang sangat aku cintai. Begitu banyak kasih sayang yang di dapatkan dari seorang Cho Kyuhyun, dan juga begitu banyak kemesraan yang ditunjukkan oleh Kyuhyun kepada Ji Yoon.

Mengapa ini terlihat tak adil? Rasa sayang yang pernah ditunjukkan Kyuhyun padaku disaat kami masih menjalin hubungan tak sebanding dengan penderitaan yang aku dapatkan. Senyumanku hanya secuil dari tangisanku, tangisan yang menangisi sikap Kyuhyun padaku. Sungguh aku merasa iri.

Hanya diam yang bisa ku lakukan saat ini. Terlalu sakit untuk melihat mereka, kuputuskan untuk hanya diam dan menunduk.

“ Anyeong, Hye Ra.” Aku sedikit terkejut saat suara sapaan terhadap diriku terdengar.

“ Ne, Ji Yoon.” Ku paksakan untuk tersenyum.

Hal yang paling tak ingin kulihat sekarang terlihat sudah. Ji Yoon mengamit mesra lengan Kyuhyun, sambil meletakkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Sungguh menyakitkan. Kutatap Kyuhyun sekilas, tak disangka tatapan kami bertemu. Desiran dihatiku tercipta, perasaan ini selalu hinggap disaat mataku menangkap manik mata onyx milik Kyuhyun. Tatapan yang sangat aku rindukan keteduhannya.

“ Eumm, aku ke kelas dulu. Anyeong Ji Yoon, Anyeong Kyu!.” Detakan jantungku semakin cepat ketika aku menyebutkan namanya. Tuhan! Berikan aku kekuatan lebih hanya untuk sekedar menyebut namanya dan menatap matanya. Kumohon.

***

            “ Sebulan lagi… Aissh aku saja malas memikirkannya.” Soo Jin meletakkan kepalanya diatas meja. Raut wajahnya begitu kusut, apa dia tidak menggunakan make-up nya?.

“ Sebulan lagi kita ujian penentuan kelulusan, bukan?.” Tanya Hwa Young.

“ Jangan bicarakan hal itu lagi! Aku frustasi!!.” Teriak Soo Jin sambil menegakkan kepalanya, memberikan tatapan tajam pada Hwa Young.

“ Dasar bodoh! Memangnya kau tak pernah belajar? Sampai sampai gelisah seperti ini.” Hwa Young menjitak kepala Soo Jin dan sukses membuat Soo Jin meringis.

Aku baru ingat kalau sebulan lagi adalah ujian penentuan kelulusan.

“ Pagi anak anak!.”

Park seongsenim memasukki ruangan kelas. Murid murid berhamburan menuju bangkunya masing masing. Soo Jin memperbaiki posisi duduknya sambil menyisir helaian rambut panjangnya dengan jari lentiknya.

“ Pagi, Seongsenim!.” Jawab murid murid serentak.

“ Sebulan lagi kalian akan menghadapi ujian akhir. Untuk mempersiapkannya, mulai besok akan diadakan kelas intensive.”

“ MWORAGO?!!!.” Seketika suasana kelas berubah ricuh.

“ Kalian akan pulang tengah malam, sekitar pukul 11 malam.” Lanjut Park seongsenim.

“ MWO?!!.”

Kyuhyun POV

Hhh~  hari ini pasti sangat melelahkan seperti hari hari sebelumnya. Semenjak seminggu ini diadakan kelas intensive, aku merasa sangat lelah. Sudah pasti terlihat dengan sangat jelas bagaimana kantung hitam menggantung dibawah mataku. Apakah aku masih terlihat tampan?.

“ Oppa.” Suara riang yang sangat familiar ditelingaku pun terdengar.

“ Ji Yoon?. Waeyo?!.”

“ Aigoo, kemana pangeran tampanku??. Kenapa wajahmu menjadi jelek seperti ini?.” Tangan Ji Yoon membelai pipiku lembut.

“ Apa terlihat begitu jelek?.” Aku menggenggam tangan Ji Yoon yang ada di pipiku.

Ji Yoon hanya mengangguk sambil menatapku dengan tatapan menyedihkan.

“ Jadi kau sudah tak mencintaiku lagi?.” Candaku.

Pertanyaanku sukses membuat Ji Yoon terbelalak.

“ Anniyo. Aku tetap mencintaimu. Aku mencintaimu dan tak pernah kulepaskan dirimu, Oppa.” Ji Yoon memukul pelan dadaku.

Aku tersenyum mendengar penuturannya.

“ Gumawo!.”

Aku menarik pergelangan tangannya. Dengan sekali tarikan tubuhnya telah berada didalam pelukanku. Aku mempererat rengkuhan tanganku. Entah mengapa aku sangat ingin memeluknya erat, ada rasa bersalah didalam hatiku terhadap Ji Yoon tetapi aku tak tahu apa kesalahanku padanya. Perlahan tangan Ji Yoon telah melingkar sempurna di pinggangku, memperkecil jarak antara kami.

“ Ehemm. Kalian ini bukannya masuk ke kelas, malah berpacaran di koridor.” Suara deheman berat sontak membuatku dan Ji Yoon melepaskan pelukan kami.

“ Jung seongsenim?.” Mataku membulat melihat sesosok paruh baya tengah berkacak pinggang di ujung koridor dengan matanya yang bagai mata elang itu memperhatikan kami.

“ Mianhamnida, Seongsenim. Mianhamnida!.” Ujarku dan Ji Yoon bersamaan sambil berkali kali membungkukkan tubuh. Malu! Sangat malu.

“ Sudahlah. Tak ada gunanya, aku telah melihat semuanya. Sebaiknya kalian kembali ke dalam kelas.” Jung seongsenim berlalu begitu saja di hadapan kami.

“ Ne!.”

Aku dan Ji Yoon menjadi canggung. Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal sama sekali, Ji Yoon hanya tersenyum canggung sambil memilin milin ujung rambut panjangnya yang terurai indah.

“ Eumm, kalau begitu aku kembali ke kelas dulu.” Dengan tetap tersenyum canggung, Ji Yoon hendak berlalu meninggalkanku.

“ Chakkaman!.” Aku menahan pergelangan tangannya.

“ Wae?.”

“ Kau benar benar ingin meninggalkanku begitu saja?!.” Tanyaku sambil menatap dalam mata indah Ji Yoon.

“ Maksudmu?.”

“ Aku ingin menuntut hakku!.” Ujarku sambil terus mendekat ke tubuh Ji Yoon.

“ Yak! Apa maksudmu Opp..Emmphh….”

Dengan sigap aku mengecup singkat bibir Ji Yoon. Sepertinya gadis itu masih terkejut. Matanya saja masih terbuka lebar. Aigoo, ini bukan yang pertama kalinya, mengapa dia sampai se-shock ini?.

“ Nappeun!.” Teriak Ji Yoon saat telah tersadar. Aku hanya tersenyum sambil terus berjalan meninggalkan Ji Yoon yang masih betah berdiri disana.

***

            “ Materi pembelajaran hari ini, kalian dibebaskan untuk belajar diluar kelas. Terserah kalian ingin belajar di dalam kelas, di perpustakaan, di taman, atau dimana pun. Yang terpenting kalian belajar, karena setelah itu kalian harus mempresentasikan apa yang telah kalian pelajari.” Jelas Kim seongsenim.

Ya! Kim seongsenim adalah guru yang paling dinantikan oleh seluruh murid. Ia mengerti bagaimana jenuhnya para siswa dalam kelas intensive ini. Oleh karena itu, ia memberikan refreshing untuk kami semua. Hhh~ kami sangat mencintai Kim seongsenim, Karena hanya dia guru baik diantara guru guru mematikan lainnya ==”

Aku beranjak dari tempat dudukku, terlalu jenuh untuk belajar didalam kelas. Kuputuskan untuk berjalan menyusuri koridor, ku pasang headphone pada kedua telingaku. Relax! Aku merasakan sedikit lebih baik.

Langkah kakiku terhenti di depan sebuah ruangan. Pintu ruang perpustakaan sedikit terbuka, kulongokan kepalaku untuk melihat isi ruangan itu. Kosong. Sunyi. Aku tertarik untuk masuk kedalam perpustakaan. Jujur, ini pertama kalinya aku memasuki perpustakaan. Hari ini aku juga merasa begitu aneh, mengapa aku begitu tertarik untuk belajar? Tidak seperti biasanya, memegang buku pun enggan.

Mataku menatap deretan buku buku yang tersusun rapi di rak. Banyak sekali buku usang yang sukses membuatku berkali kali bersin karena debunya yang memasuki indra pernafasanku. Aku terus berjalan menyusuri setiap lorong perpustakaan, mencari satu bacaan yang menarik. Tiba tiba langkahku berhenti di depan sebuah rak, ku condongkan tubuhku kearah sebuah buku tebal yang ada di rak tersebut agar dapat membaca lebih jelas judul bukunya.

“ God’s Angel Note?.” Aku mengernyitkan dahiku. Aku benar benar penasaran dengan buku itu.

Kuambil buku tersebut. Berat! Usang! Dan berdebu!.

Aku berjalan menuju kursi yang ada di perpustakaan itu dan duduk di sana. Ku letakkan buku yang berat itu diatas meja. Mulai kubuka halaman per halaman buku itu.

Dia.. dia mempertahankanku..

Dia.. dia melindungiku..

Susah, sakit, lelah, hal itulah yang ia rasakan saat aku berada di dalam tubuhnya..

Dia.. dia yang selalu sabar..

Dia.. dia yang selalu tersenyum..

Meski aku menyakitinya..

Dia.. dialah yang ku sebut ‘ Eomma’

Aku sedikit kagum dengan kutipan itu. Begitu menyentuh. Tak kusadari aku sedikit menyunggingkan senyuman. Senyuman yang tulus.

Kubuka halaman selanjutnya…

Begitu kecil, begitu lemah, begitu tak berdaya..

Tetapi hanya dirimu yang mampu membuatku kuat..

Lihat betapa mungilnya diriku saat baru sebulan berada pada tubuhmu..

 

Terdapat sebuah gambar, yang menurutku gambar itu begitu abstrak. Apakah ini gambar janin berusia 1 bulan?. Begitu mungil, dan belum berbentuk.

Tiba tiba pikiranku melayang pada sosok Hye Ra. Apakah anakku yang ada di dalam kandungannya sekarang juga seperti gambar ini? Apakah dia sehat? Apakah dia begitu kecil seperti itu? Apakah Hye Ra melindunginya dengan baik? Apakah Hye Ra menyayanginya walau dia tahu Appa-nya tidak mengharapkan bayi yang tengah dikandungnya?. Aissh pertanyaan pertanyaan itu sungguh menyiksa otakku.

“ Argghh! Kenapa aku malah memikirkannya!.”

Kubuka halaman selanjutnya…

3 bulan pertama adalah masa masa tersulit dalam hidupmu.. Eomma…

Kau begitu mengkhawatirkan keadaanku, keadaanku yang begitu rentan..

Tetapi asal kau tahu, aku tak apa Eomma.. Jeongmal!.

 

Aku termenung, pikiranku berkecamuk. Di satu sisi aku merasa bersalah dan berdosa kepada Hye Ra. Aku membiarkannya sendiri menghadapi masa masa sulitnya. Apa aku begitu jahat kepadanya? Apa aku bukan namja baik? Ku pikir memang aku bukanlah namja baik. Aku adalah namja yang jahat.

Kau yang memberiku kekuatan..

Dan aku juga tahu siapa yang memberimu kekuatan, Eomma..

Dialah sosok yang akan kupanggil dengan sebutan Appa, kelak.

 

Aku tersentak membaca tulisan ini. Apa benar aku akan menjadi seorang Appa?. Tetapi apakah selama ini aku memberi kekuatan pada Hye Ra. Apa aku melindunginya? Apa aku mendukungnya? Tidak!. Aku hanya menambah beban pikirannya, aku malah seperti akan membunuhnya dengan perlahan. Lagi lagi aku berfikir jika aku bukanlah namja baik. Lantas apakah aku masih pantas disebut dengan sebutan ‘Appa’ oleh anakku kelak?.

“ Hye Ra. Apa kau menderita selama ini?.” Ujarku lirih.

Pikiranku seperti bertengkar hebat. Dua pemikiran yang berada di dalam satu kepala. Aku merasa bersalah pada Hye Ra, tetapi egoku terlalu tinggi untuk mengakuinya. Dilain sisi, aku benar benar tak peduli padanya. Dia, orang terdekat Hye Ra. Dia lah yang membuatku seperti ini terhadap Hye Ra. Dia telah melakukan sebuah kesalahan terbesar. Nyawa dibayar dengan nyawa, begitu pun kejahatan juga harus dibayar dengan kejahatan. Memang semua ini bukan karena Hye Ra. Dan kesalahan yang Dia –orang terdekat Hye Ra- lakukan, juga bukan berakibat kepadaku. Aku disini hanya untuk membalaskan dendam. Itu saja!.

Hye Ra POV

“ Hye Ra, bisakah kau mengambil buku tentang Antropologi yang ada di perpustakaan?.” Ujar Lee seongsenim kepadaku.

“ Ah ne, seongsenim.” Aku beranjak dari bangkuku.

Dengan sedikit menyeret kakiku, aku berjalan menyusuri lorong panjang koridor sekolah. Akhir akhir ini aku merasa begitu lemas, aku sering sekali pusing, mungkin aku terlalu lelah karena mengikuti kelas intensive. Hal itu sangat membuat ku khawatir dengan keadaan bayi yang tengah ku kandung.

KREEK..

Kubuka perlahan pintu perpustakaan yang memang sudah terbuka sedikit. Langsung ku susuri rak rak buku yang terdapat susunan buku yang rapi untuk mencari buku yang dibutuhkan oleh Lee seongsenim. Ku teliti satu persatu judul yang terpampang disetiap bagian samping buku.

Setelah sekian lama menatap deretan buku buku usang itu akhirnya aku menemukan buku yang dimaksud oleh Lee seongsenim. Cepat cepat kuambil buku itu.

“ Aigoo, kenapa berat sekali!.”

Aku berjalan bermaksud untuk kembali ke kelas. Tetapi tiba tiba saja aku merasakan sakit yang teramat pada perutku. Rasanya begitu nyeri, aku tak kuat menahan betapa sakitnya ini.

“ ARGHH!!.” Aku mengerang hebat ketika rasa sakit itu bertambah hebat.

Aku tak kuat menahan tubuhku, aku terjatuh dan terduduk di lantai. Dengan sisa sisa kekuatan yang masih kumiliki, ku rogoh saku seragam kemejaku. Ku keluarkan sebuah botol yang berisikan obat. Ku keluarkan obat itu dari botol. Dengan tangan gemetar dan peluh yang telah membasahi tubuhku, aku mencoba menenggak obat itu. Aku harap rasa sakitnya bisa sedikit berkurang.

“ ARGGH!! Sia..Siapa..Siapapun.. Tolong Aku!!.” Dengan suara yang sudah semakin melemah, aku meminta pertolongan.

Bau anyir menyeruak ke dalam indra penciumanku. Dengan pandangan yang telah memburam, aku melihat cairan kental berwarna merah tengah mengalir di kedua pahaku. Aku semakin panik. Tolong bertahanlah, Anakku! Tolong selamatkan dia Tuhan! Aku masih ingin melihatnya!

“ Hye Ra!.” Sebuah suara sayup sayup terdengar sebelum semuanya menjadi gelap!.

Author POV

Berdiri sesosok namja tampan, tengah terdiam dengan mata yang membulat. Melihat sosok yeoja yang sudah terkapar, terjatuh di lantai dengan darah yang menyeruak dari kedua pahanya.

Bingung! Dia bingung, tak tahu harus melakukan apa. Benar benar kalut pikiran namja itu. Entah apa yang tengah dipikirkannya sampai sampai ia hanya terdiam melihat yeoja tak berdaya itu.

“ Hye Ra!.” Hanya suara itu yang terdengar berkali kali dari namja yang matanya tak berkedip sedetik pun melihat yeoja menyedihkan.

Sepertinya dia –namja itu- begitu shock!.

Satu,dua,lima detik kemudian. Akhirnya namja itu bergerak dari diamnya. Dengan sedikit panik ia mengangkat tubuh yeoja yang sudah tidak sadarkan diri itu. Entah mengapa namja itu merasakan sedikit sakit dan sesak melihat yeoja lemah itu saat ini tengah dalam kesakitan.

Dengan tergopoh gopoh ia menggendong ala bridal style untuk membawa yeoja itu keluar. Namja itu terlihat begitu khawatir.

Dengan menggunakan kakinya, namja berkulit putih itu membuka pintu perpustakaan.

“ Oppa!.” Seru yeoja yang ada di depan pintu.

Matanya membulat melihat namja yang berstatus sebagai namjachingu-nya itu sedang menggendong yeoja lain. Yeoja yang ia tahu adalah mantan kekasih namjachingunya itu. Sesak yang ia rasakan. Ia tak rela melihat namja itu bersama mantan kekasihnya.

“ Kenapa dia?.” Tanya yeoja itu.

Diam. Namja itu terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan gadisnya itu.

“ Darah?! Apa yang terjadi?.” Tanya yeoja itu lagi.

“ Berhentilah bertanya!.” Bentak namja itu pada yeoja didepannya.

Dengan tatapan tak percaya ia memandang namja itu.

Sedetik kemudian, namja itu berlalu dengan cepat meninggalkan yeoja yang masih terluka atas perlakuan namjachingunya itu. Sakit! Itu begitu sakit!.

“ Dia tak pernah membentakku sebelumnya. Tetapi semua karena dirimu! Untuk pertama kalinya dia membentakku! Kim Hye Ra!.” Ujar yeoja itu geram.

Tangan yeoja itu mengepal erat. Nafas yeoja itu memburu dan tak beraturan. Tatapan yang di lemparkan yeoja itu seperti tatapan orang akan membunuh musuh besarnya.

“ Sekali kau membuatku marah! Seumur hidupmu, kau tak akan bisa tenang. Kim Hye Ra!.”

KYAAAA~~ APA INI?!! Absurd absurd banget!

Oke lah! Kita terka terka.. apa yang mau di lakukan Ji Yoon? Kyuhyun? Apa mungkin dia udah nyesel ngelakuin hal jahat sama Hye Ra? Terus apa yang dilakukan oleh cast yang nggak muncul di part ini? *lirik Jongwoon ==”..

Yang nggak suka dengan keleletan author.. doakan semoga ide langsung dateng cess plong ke otak author biar cepet ngelanjutin FF nya..

Oke dah.. BYE!! Jangan lupa RCL ya! Atau kalian tahu konsekuensinya,, *todongin pistol.. hahaha..

29 thoughts on “I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun ( It’s Your Baby! ) Part 3

  1. Sbnr nya Kyu lgi dendam ke siapa sih ???
    OMO !!!hyera nya ga ke gu2ran kan ???smOga ja ngga krn kasian sma janin yg dad rahim nya#poor hyera

  2. Aigoo semakin memanas saja ini cerita, jangan sampe hyera dikeluarin dari sekolah duh kasian miris bgt nasibnya T_T

  3. Annyeong reader baru disini
    Mian baru coment ϑι̥ part ini
    Soalnya part sebelumnya ªkŮ baca ϑι̥ fb

    Kyu sebenernya dendam sama siapa sih
    Apa jongwoon???
    Next next

  4. Ayo lah kyu dia itu ibu dari anak mu. apa kau segitu jahatnya hingga tak mengakui itu anak mu. kau tidak takut jika kelak anak mu sudah dewasa dan tau kejahatan mu yg tidak mau mengakui kalau dia anak mu. aku nyakin anak mu akan membenci mu seumur hidup ya :(

    maaf thor part 2 aku gk komen. soal ya eror hp ya :(

  5. Liat hye ra bener2 kasian , dia masih sekolah sudah hamil , kyu gag mau tanggu jawab , dan dia harus menjaga kehamilahnnya saat mau mengahadapi ujian kelulusan .

  6. Campur aduk, semua emosi campur aduk..
    God’s Angel Note, daebak, merinding waktu Kyu baca itu..
    Kayaknya yg bahaya disini Yoojin..
    Lindungi mereka, Hyera dan bayinya, buat Kyu, aaargh, pengen banget ngejitak Kyu*hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s