I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby! ) Part 6

new

Tittle               : I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby! )

Author            : Hilyah Nadhirah / Shin Hye Mi

                          FB                 : http://www.facebook.com/hilyah.nadhirah

                          Twitter         : www.twitter.com/#!/HilyahNadhz

Genre             : Sad Romance

Rating             : PG-15          

Leight             : Chapter

Main Cast      : Cho Kyuhyun, Kim Hye Ra, Kim Jongwoon

Disclaimer      : Typo, dia masih terikat kontrak dengan FF ini. Jadi maklum aja ya kalo si Typo masih muncul XD. Part ini bener bener membosankan sepertinya. Karena waktu ngetik ini FF pikiranku kemana mana. Jadi dengan kata lain aku ngetik ini dengan tanpa pikiran *PLaKk

                        FF ini nggak sempurna, jadi jangan di CoPas tapi di RCL aja ya!

                        Oh Ya, ThanKYU juga sama para reader yang setia nungguin FF ini *emang ada yang nungguin?* #gaplokAuthor

                        Sipp dah, daripada banyak cincong, ngomong nggak jelas, Author cuma mau bilang……..

 

~ HAPPY READING!!! ~

“ Tidakkah kau sadar. Adikku lebih sakit daripada lukamu ini. Luka ini adalah luka fisik. Mudah untuk menyembuhkannya! Tetapi yang kau berikan pada Hye Ra adalah luka hati. Tak semudah yang kau pikirkan untuk menyembuhkannya. Dia begitu menderita semenjak kau hadir dikehidupannya! KAU BRENGSEK CHO KYUHYUN!!.” Aku berteriak tepat didepan wajahnya.

Mata namja itu terbuka, menatap wajahku yang penuh amarah. Dengan tertatih tatih ia bangkit. Ia berdiri berhadapan denganku, tatapannya berubah menjadi tajam. Seperti tatapanku. Kami saling melemparkan tatapan yang sama sama tajam. Menyiratkan kebencian yang amat dalam.

“ Lantas kau pikir, kau lebih baik dariku?! Kau pikir hidupmu sudah baik? Tak ada kesalahan yang pernah kau perbuat? Pernahkah kau berfikir dan mengingat semua masa lalumu? Masa lalu ketika kau melakukan kesalahan terbesar! KAU SAMA SAJA JONGWOON! KAU BRENGSEK!.” Kyuhyun mencengkram kerah kemejaku dan melayangkan pukulan yang menghantam mulus pipi kiriku.

“ Masa lalu?! Kesalahan terbesar?! Katakan padaku yang sebenarnya Kyuhyun!.”

~ Story Beginning ~

 

Author POV

            “ Cih! Menjijikan sekali caramu berkilah Tuan Kim! Kau ini benar benar lupa atau kau pura pura lupa?!.” Sebuah seringaian yang lebih mirip sebuah senyum cibiran terpampang jelas dari wajah tampan seorang Cho Kyuhyun.

“ Katakan padaku, Kyuhyun! Katakan padaku yang sebenarnya. Jangan berbelit belit!.” Namja yang saat ini tengah dihadapan Kyuhyun bak memelas berulang ulang kali dengan kalimat yang topiknya sama. Meminta sebuah kejelasan!.

Kyuhyun berjalan meninggalkan Jongwoon yang otaknya masih dipenuhi dengan ribuan tanda tanya atas pernyataan yang dilontarkan Kyuhyun.

“ Yak! Cho Kyuhyun! Katakan padaku! Apa kesalahanku?!.” Teriak Jongwoon pada namja yang saat ini tengah berjalan memunggunginya itu.

Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Jongwoon. Sebuah senyum sinis masih tergambar. Senyuman itu penuh dengan misteri, menambah tanda tanya yang berputar putar di kepala Jongwoon.

“ Ikuti aku jika kau mau mengetahui apa kesalahanmu.” Ujar Kyuhyun dingin.

Kyuhyun kembali menatap lurus kedepan sambil terus melangkahkan kakinya menjauh dari tempat Jongwoon berada.

Refleks Jongwoon yang bagai baru menerima perintah, dengan setengah berlari ia menyusul Kyuhyun yang sudah berjalan beberapa meter didepannya.

“ Kyuhyun-ahh!.” Teriak Jongwoon pada Kyuhyun.

Kyuhyun terus saja berjalan tanpa mengindahkan teriakan Jongwoon. Akhirnya, mau tak mau Jongwoon sedikit mempercepat langkah kakinya agar bisa mensejajarkan tubuhnya dengan Kyuhyun.

Tetap, dengan seribu tanda tanya yang kian membesar hingga seakan akan ingin meledakkan otak Jongwoon. Tetap, dengan rasa ingin tahu begitu meletup letup dalam pikiran Jongwoon. Tetapi mungkin dengan sedikit bersabar, beberapa saat lagi tanda tanya itu akan terpecahkan dan semua pertanyaan pertanyaan, terkaan bodoh itu akan berhenti memenuhi otak dan membuat pusing Jongwoon. Semua akan terjelaskan.. semua misteri akan terungkap dan Jongwoon akan merasa sedikit lega.

Ataukah tidak?.

-oOo-

Jongwoon’s POV

Semak semak belukar yang tingginya sampai batas lutut itu menyambut langkahku ketika menapakkan kaki disuatu tempat yang sunyi. Angin sahut menyahut menerpa permukaan kulit yang hanya berlapiskan sebuah mantel yang tak begitu tebal.

Kulihat namja bermarga Cho itu masih saja melangkahkan kaki bertungkai panjang miliknya. Bagaikan sudah kebal, ia terus saja berjalan tak perduli menembus terpaan angin yang masih dengan sombongnya menunjukkan hembusan dinginnya. Dapat terlihat dengan jelas, bagaimana anak rambut ikal kecoklatan itu menari berayun sesuai irama hembusan angin itu. Kurasa, aku mulai mengetahui mengapa adikku sangat susah menanggalkan perasaannya kepada namja ini. Pesonanya begitu kuat, dia berkharisma. Sampai sampai tampangnya itu dapat membutakan mata adikku akan semua sosok setan dan kekejaman yang dengan gampangnya ia lakukan.

Hye Ra, mengapa kau begitu malang?.

Aku berjalan sambil menatap kearah bawah. Menatap sepasang pantofel-ku yang sudah tenggelam diantara ilalang tinggi itu. Kumasukkan kedua tanganku kedalam saku mantel hitam panjang yang menutupi setengah kakiku itu.

Aku tetap saja melangkah, sampai dapat kulihat sebuah kaki tengah dengan tegapnya berada didepanku dengan posisi membelakangiku. Segera kuangkat wajahku hingga sebuah punggung terpampang jelas didepan wajahku.

Dia.. namja yang sedari tadi kuikuti langkahnya. Dia berhenti di satu titik. Kulongokkan kepalaku dari balik punggung Kyuhyun yang menghalangi agar bisa melihat objek yang juga dilihat olehnya sampai membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

Sebuah gundukan.. entah apakah itu. Tanah? Molla! Yang hanya bisa kulihat adalah sebuah gundukkan yang telah tertutup ilalang. Persis seperti jalanan yang sebelumnya kulewati. Mungkin jika tak ada sebuah papan kayu bertuliskan beberapa kata dalam aksara korea yang tak begitu jelas diatasnya, aku sudah mengira jika ini adalah jalanan biasa.

Ku rubah radius pandanganku menjadi menatap kearah Kyuhyun. Wajahnya sungguh menyedihkan. Dia terlihat begitu lemah walaupun aku hanya melihatnya dari arah samping. Aku menemukan sisi lain dari namja ini. Namja yang selama ini selalu kulihat dengan senyum miring yang mengembang dibibirnya, menyiratkan sebuah kedendaman yang teramat besar. Tetapi saat ini, aku melihat sisi kerapuhannya. Tak ada mata yang menyorot tajam penuh kebencian lagi yang kulihat, tetapi hanya air mata yang berada diujung pelupuk matanya, yang ku yakin sedetik lagi akan tumpah ruah. Tak ada bibir yang menampakkan smirk-nya itu lagi, melainkan saat ini yang kulihat adalah bibir yang bergetar menyimpan sebuah isakan. Dia bagaikan seorang anak kecil yang begitu polos.

“ Dia.. Dia pergi meninggalkanku..” Tiba tiba Kyuhyun menoleh kepadaku dan menyorotkan pandangan tajam itu lagi. Baru saja aku melihatnya dengan mata sendu, tetapi dia dengan cepat merubahnya lagi menjadi tatapan yang seperti kulihat sebelumnya. Walaupun matanya masih terlihat berair.

“ Nugu?.”

“ Cho Ahra!! Kau melupakannya? Tega sekali!.”

Aku terhenyak mendengar ucapan penuh penakanan yang baru saja dilontarkan oleh Kyuhyun. Nama itu.. yeoja itu.. yeoja yang pernah menjadi nomor satu didalam relung hatiku. Mengapa dia menyebutkan nama yang sudah lama tak kudengarkan ejaan nama indahnya itu?.

“ Ahra?.” Mataku seketika membulat. Sontak aku menoleh cepat kearah gundukan berilalang itu.

“ Ya, dialah yang sekarang tengah terbaring kaku didalam sana. Cho Ahra. Noona-ku!.”

Mata sipitku saat ini semakin terbelalak. Ahra?! Dia noona dari Cho Kyuhyun? Ahra?! Dia.. dia sudah berada dalam alam yang berbeda denganku? Bagaimana bisa? Dia.. dia meninggal?.

“ Dia meninggal karenamu! Semua karenamu! Itulah mengapa aku membencimu dan.. adikmu.”

Aku tak memperdulikan ucapan Kyuhyun. Saat ini, pandanganku, pikiranku, semuanya telah tertuju pada satu titik. Sebuah pusara itu. Pusara dimana terbaring didalamnya yeoja yang dulu mampu membuatku sedikit berpaling dari pesona Hye Ra. Dia membuatku mengerti cinta.. mengerti arti menghargai perasaan, mengerti bagaimana merasakan mencintai.. sekaligus membuatku mengerti bagaimana rasanya sakit hati yang sangat amat menghujam jantungku.

Tak sadar, aku telah mengayunkan beberapa langkah kakiku. Aku mendekati gundukan tanah berpapan kayu di bagian atasnya. Entah magnet apa yang membuatku dengan mudahnya mendekat kearah itu. Bagai sebuah tarikan yang begitu kuat sehingga membuatku tak kuasa menentangnya.

Aku berjongkok disisi kanan pusara bertudungkan pohon yang sudah meranggaskan daunnya itu. Dengan tatapan kosong, kupandangi gundukan tanah itu dari kanan sampai ke kiri. Hingga akhirnya mataku menatap sebuah papan kayu yang beraksarakan korea itu. Rupanya tulisan itu lebih jelas daripada saat aku melihatnya tadi di samping tempat Kyuhyun berdiri.

“ Cho Ahra.” Aku bergumam mengikuti huruf huruf Hangeul pada papan yang sedang kuusap dengan ibu jariku. Sebuah nama indah seindah pemiliknya.

Lama kupandangi deretan huruf Hangeul itu. Berharap adalah sebuah kesalahan yang saat ini tengah kulihat. Kuharap nama itu bukanlah Ahra yang kukenal, aku berharap Ahra masih bisa bertemu denganku.

Ahra yang membuatku mampu berpaling, Ahra yang mampu membuatku bahagia, Ahra yang mampu membuatku terpuruk, dan Ahra juga yang mampu membuatku kembali menatap cahaya Hye Ra disaat Ahra sudah tak pernah terlihat. Dia.. Ahra, begitu banyak memberikan pengaruh dalam hidupku. Walau saat ini rasa cinta itu telah pudar, aku masih sangat amat ingin menemuinya. Meskipun hanya untuk mengucapkan “ Hai!.”.

Aku merindukan Ahra.

Kurasakan sebutir air mata jatuh membasahi pipiku. Semakin aku memejamkan mata untuk menahan laju tangis, semakin deras juga butiran Kristal itu lolos dari pelupukku. Tak sadar, tubuhku sudah bergetar menahan tangis yang kuyakin sia sia.

Semua karena Ahra yang begitu kurindukan kehadirannya.

“ Wae? Mengapa kau baru menyesal?!!! Kau terlalu lama untuk menyadari jika kau menyesal! Pabbo!. Mengapa baru sekarang kau menangis untuknya? Hah!.” Sebuah tarikan membuatku berdiri dan menghadap sosok namja yang sudah menatap dengan tatapan berapi api. Cho Kyuhyun!.

“ Mengapa kau baru menyadarinya saat ini? Mengapa kau baru menyesal melakukannya? Tak pernahkah kau berfikir jika yang kau perbuat akan berakibat sejauh ini?.”

BUGGHH…

Sebuah kepalan tangan melayang tepat menuju sudut bibirku. Membuat terhuyung dan jatuh ke hamparan ilalang. Akibat pukulan keras itu juga meninggalkan sebuah tanda berupa cairan merah yang mengalir kecil dari sudut itu.

“ Apa maksudmu dengan aku melakukan itu? Memang aku melakukan apa?.” Ujarku sambil mengusap sudut bibirku dengan punggung tangan.

“ Jangan berpura pura polos. Dasar munafik!!!.” Sentak Kyuhyun yang hendak melayangkan tinjunya lagi.

“ Kyuhyun-aah! Hentikan. Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi.”

“ Haha.. kau berusaha mengulur ulur waktu dengan menanyakan hal yang seharusnya kau sendiri tahu akan jawabannya. Kau pengecut, Tuan Kim!.”

“ Kyuhyun! Bicara yang jelas. Aku tak tahu apa apa tentang alur pembicaraanmu.”

“ Ck. Perlukah aku mengatakan yang sebenarnya tak perlu ku katakan?.”

“ Kyuhyun!!!.”

“ KAU MENGHAMILINYA KIM JONGWOON!! KAU MENGHAMILI NOONA-KU!! KAU MENGHANCURKANNYA!! KAU MENGHANCURKANNYA LANTAS MENINGGALKANNYA!! KAU BRENGSEK!!.”

Suara Kyuhyun menggelegar di seluruh padang ilalang ini. Aku hanya tercengang mendengarnya. Kyuhyun! Dia mengatakan aku menghamili noona-nya?. Ahra? Bahkan menyentuhnya lebih dari sekedar berpelukan sebatas sahabat pun tak pernah kulakukan. Bagaimana bisa dia menyimpulkan bahwa aku yang menghancurkan hidup Ahra?

“ Kau?.”

“ Wae? Kau kaget? Apa aku mengingatkan pada hal yang telah kau lupakan dengan mudahnya?.” Seringainya.

“ Kyuhyun.. itu..”

“ Apa aku harus menceritakannya? Kurasa ya. Dia depresi karena kau menghamilinya tetapi sama sekali kau tak pernah bertanggung jawab dengan apa yang pernah kau lakukan. Dia harus menanggung semua sendiri. Beban moral, tekanan batin, semuanya.. dia menanggungnya sendirian. Bisakah kau bayangkan??. Noona-ku adalah yeoja yang kuat. Tetapi kekuatannya hilang seiring waktu dan beban yang terus menggerus ketegarannya. Dia tak sanggup bertahan seperti ini lagi. Dan.. dan dia… memilih mengakhiri hidupnya dengan menenggak obat obatan hingga overdosis.”

Aku terbelalak tak percaya dengan apa yang dikisahkan Kyuhyun. Semenyedihkan itukah jalan hidup Ahra?.

Tetapi sungguh benang kusut ini harus kembali di luruskan. Permasalahan kali ini sungguh pelik. Kyuhyun sudah terlanjur menyangkaku yang menghamili noona-nya. Padahal itu sama sekali bukan diriku yang melakukannya. Aku sangat menghormati Ahra lantas mana mungkin aku berani melakukan hal hal kelewat batas seperti itu.

Siapakah yang menjadi akar permasalahan ini? Sepertinya aku mengingat satu hal….. apakah benarkah dia? Apakah kejadian itu???

Kyuhyun’s POV

Tanganku sibuk menekan nekan tombol yang terdapat pada benda persegi panjang berwarna merah itu. Bagai mata elang, mataku terus mengawasi dengan jeli setiap pergerakan sebuah karakter yang sedari tadi sibuk menendang, memukul, dan mengeluarkan seribu jurus untuk mengalahkan karakter jagoanku. Memang, saat ini aku tengah disibukkan oleh dua buah karakter game yang muncul dan saling menghajar satu sama lain dari layar PSP kesayanganku.

Sebuah alunan lagu yang tergolong mempunyai beat yang mampu membuat adrenalinku semakin berpacu mendengung di kedua daun telingaku melalui kabel headset yang tersambung pada MP3.

Tiba tiba, aku merasa sebuah tangan tengah bertengger di bahu-ku.

“ KYAA!!!.” Aku bangkit dari dudukku sambil berteriak histeris. Bagaimana tidak, akibat sentuhan tadi aku jadi kalah melawan musuh bebuyutanku dalam game ini.

Aissh.. tangan siapakah itu? membuyarkan konsentrasi-ku saja. Sekali saja mengganggu seorang Cho Kyuhyun dalam bermain game, dia tak akan lepas urusan denganku. Huh!.

“ Yak! Cho Kyuhyun!!!.” Kurasakan pukulan yang bertubi tubi tengah menghujam punggungku.

“ Aww.. asshh!.” Kugenggam tangan yang sedari tadi memukul bagian belakang tubuhku ini. Segera kubalikkan tubuhku menghadap sang empunya tangan untuk mengetahui siapakah pemilik tangan menyebalkan ini.

“ Ji Yoon?.”

Ji Yoon tengah menatapku geram, kedua tangannya terlipat didepan dadanya. Bibir merahnya terus saja mencibirku tak suka.

“ Mianhae, Yoon-ie. Kau juga mengapa tak menyapaku dari depan.”

“ Aissh. Tak penting, saat ini ada hal yang lebih penting yang ingin kukatakan padamu.”

“ Mwo?!.”

“ Tentang mantan kekasihmu itu. Hye Ra!.” Mata dan senyum Ji Yoon berubah menjadi begitu licik.

“ Waeyo?.”

“ Dia hamil!.”

“ Mwo?!.”

-oOo-

Aku menghentak hentakkan kaki tak sabaran tepat disebelah audy hitam metalik milikku yang terparkir apik di lapangan parkir sekolah. Sesekali aku melirik arloji yang menunjukkan perubahan dari detik ke menit dan dari menit ke jam.

Sudah satu jam aku menunggu. Rasa bosan benar benar telah merasukki tubuhku. Apakah hari ini adalah hari sialku? Aku menunggu begitu lama tanpa ada satu pun game yang bisa ku mainkan. PSP dan ponselku sama sama lowbatt. Hhh~ apa mereka sepakat untuk lowbatt bersama?.

Aku duduk diatas mobil bagian depanku dengan raut wajah yang benar benar kusut. Kurasa aku sudah kehilangan setengah dari mood-ku untuk menunggu. Menunggu seorang yeoja! Bukan Ji Yoon. Aku terpaksa berbohong pada Ji Yoon agar tak pulang bersamanya karena aku akan menunggu yeoja ini.

“ Hey, Kau!.” Aku setengah berteriak pada seorang yeoja berambut hitam panjang yang lewat tepat dihadapanku dengan terus menunduk dalam.

Dia menghentikan laju langkahnya dan kemudian menolehkan kepalanya kearahku. Aku bisa menatap kedua bola mata coklat nan indah itu.

Mata bulat bermanikkan pancaran warna hazel dari dalamnya. Bulu mata yang lentik alami, memilih untuk memayungi keindahan mata milik Kim Hye Ra yang sama sekali tak berubah. Mata indahnya masih terlihat sama, tetapi yang membedakan adalah pancaran dari kedua bola mata itu. Menyedihkan dan tak terlihat pancaran semangat dari mata yang mulai sayu itu.

Sial! Mengapa aku malah gugup melihat kedua matanya? Hatiku juga berdesir menatap wajahnya. Aissh! Perasaan sialan apa lagi yang merasukiku?.

Kulihat wajahnya menjadi pucat. Bibir merahnya itu di gigit kuat kuat oleh gigi yang tersembunyi dibalik daun bibirnya. Gerahamnya sedikit bergemeretak. Tangannya mencengkram kuat kuat selendang tas yang menyilang ditubuhnya.  Eksperesinya sama seperti ketika melihat sebuah monster.

“ Ikut aku!!.” Daripada terus menatapnya membuat jantungku berdetak kencang, lebih baik segera kutarik tangannya memasuki mobilku. Tentu saja tanpa melihatnya lagi.

-oOo-

Laju mobilku berhenti didepan sebuah bangunan kecil berwarna putih yang lumayan jauh dari keramaian Kota Seoul. Kubuka seat-belt yang sedari tadi menyilang pada badanku. Kulirik sekilas Hye Ra yang masih menatap lurus kedepan –ke arah bangunan klinik itu- dengan tatapan bingung.

mhiHoWe

DEG..

Tiba tiba saja, yeoja itu menolehkan kepalanya tepat kearahku. Sial! Aku tertangkap basah tengah menatapnya.

“ Mmm. Mianhae, tetapi tempat apa ini?.” Ujarnya gugup.

Memang sepanjang perjalanan tadi kami sama sama diam. Tak ada satu pun yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan. Ya, memang apa gunanya aku berbicara dengannya?.

“ Ck.. Tak usah banyak tanya! Jika ingin tahu, ikuti saja aku!.”

Aku beranjak dari jok kemudian keluar dari mobil dan membanting dengan cukup keras pintunya  sehingga membuat Hye Ra yang masih berada di dalam mobil menjadi sedikit tersentak.

“ Untuk apa kita kemari?.” Aku dikejutkan oleh suara lirih dari balik tubuhku. Ku balikan tubuhku dan kudapati Hye Ra tengah menekuk dalam dalam wajahnya. Hhh~ sejak kapan dia keluar dari mobil. Membuatku kaget saja!.

“ Sudah kubilang kau hanya tinggal mengikutiku saja!!. Jangan bertanya lagi!.” Sentakku.

“ Mianhae!.”

Hye Ra’s POV

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru tempat dimana Kyuhyun menghentikan laju mobilnya. Tempat yang agak terpencil, ataukah mungkin ini bukan di Seoul lagi. Kami menempuh waktu yang lumayan lama untuk mencapai tempat ini, sekitar 2 jam.

Hawa sejuk langsung menerpa indra penciumanku ketika tubuhku baru saja keluar sempurna dari pintu mobil Kyuhyun. Pohon pohon hijau lebat menyapa dan menyambut pandanganku. Sungguh asri! Ini adalah suasana yang selalu ku impi-impikan. Suasana yang membawa ketenangan.

Kuhirup berkali kali udara yang seharusnya mampu membuatku sedikit lebih tenang. Tetapi mengapa yang terjadi malah hatiku sungguh gelisah. Aku tak nyaman!. Mungkinkah akan terjadi sesuatu? Dan mengapa Kyuhyun membawaku kemari? Aneh!.

“ Cepatlah sedikit!.” Entah sudah keberapa kalinya namja berkulit putih yang terlihat sempurna itu membentakku. Akhirnya kupercepat langkahku untuk mensejajarkan tubuhku dengan Kyuhyun.

“ Jangan menempel terus padaku!! Mundur 3 langkah!.”

Aku terbelalak menatap Kyuhyun yang bersikap meremehkanku. Ya, ini bukanlah pertama kalinya dia berbuat seperti ini. Tetapi apa boleh buat, aku bagaikan robot yang ia kendalikan. Tak bisa menolak apapun yang telah dia perintahkan. Aku rasa aku gila!.

Aku mundur 3 langkah dari tempat Kyuhyun berdiri dan kemudian kembali berjalan dengan tetap menjaga jarak dengannya.

-oOo-

                    “ Kau tunggu disini saja! Jangan kemana mana.” Lagi lagi Kyuhyun mengacung acungkan telunjuknya tepat di depan wajahku.

Aku mengangguk kemudian menatap punggung Kyuhyun yang telah sedikit menjauh. Ku edarkan pandanganku menatap seisi ruangan yang lumayan hangat ini. Sebuah kursi panjang di lorong tempatku berdiri saat ini menyisakan rongga yang cukup luas untuk sekedar duduk.

Kuhentak hentakkan kakiku. Sesekali ku benahi tatanan anak rambut yang jatuh sehingga menutupi sebagian wajahku. Kulanjutkan kegiatanku sebelumnya, yaitu meneliti setiap sudut bangunan ini. Sejauh ini aku menyimpulkan bangunan ini seperti rumah sakit hanya ukurannya lebih kecil. Apakah sebuah klinik?.

Banyak orang yang berlalu lalang dihadapanku dan selalu saja mereka menatapku dengan tatapan aneh. Mereka menatapku lekat lekat. Aku bingung, apakah ada yang salah dengan diriku?. Berkali kali aku mengecek dari ujung kaki sampai ujung kepala, aku tak menemukan keanehan.

“ Sudah berapa bulan?.” Aku dikejutkan oleh sebuah suara dari arah kanan.

“ Nde?.”

“ Kau sudah berapa bulan?.” Kulihat seorang yeoja berambut coklat tengah menatapku.

“ Nde? Mianhae, aku tak tahu apa maksud Anda.”

Sedetik kemudian, aku melihat seorang namja yang berada disamping yeoja yang menanyaiku tadi berbisik pada yeoja itu. entah apa yang mereka bicarakan, tetapi setelah namja itu mengakhiri aktivitas bisik membisik, yeoja berambut coklat itu langsung mengangguk angguk mengerti sambil sekilas melirikku.

“ Emm. Anniyo! Lupakan saja pertanyaanku tadi.” Yeoja disampingku itu tiba tiba tersenyum kearahku.

Aneh!

“ Hye Ra-yaa!!.” Aku menoleh dan BINGO! Kyuhyun tengah berjalan dari diujung koridor menuju kearahku.

“ Kajja!.” Kyuhyun langsung meraih tanganku dan menariknya. Kyuhyun! Kapankah kau bisa bersikap SEDIKIT lembut padaku??.

Author’s POV

Ruangan yang didominasi dengan warna putih itu terbuka pintunya. Membuat dua pasang manusia masuk kedalamnya.

“ Anyeonghaseo, Kyuhyun-sshi!.” Sesosok yeoja ber-jas putih ala dokter berdiri menghampiri Kyuhyun dan menjabat tangannya.

“ Anyeonghaseo, Kim Uissanim.”

“ Jadi ini..” Yeoja itu sedikit melirik kearah Hye Ra yang masih bingung atas semua ini.

“ Ne. Langsung saja, Uissanim. Aku akan menunggu di luar.” Ujar Kyuhyun lantas berbalik menuju pintu yang baru saja ia lewati.

“ Kyuhyun-sshi…” Hye Ra memanggil lirih Kyuhyun yang sudah setengah langkah lagi telah menggapai knop pintu.

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika mendengar lirihan suara merdu itu. Ia melongokkan sedikit kepalanya kebelakang. Dia tersenyum.. Kyuhyun tersenyum.. sayangnya adalah senyuman miring yang terlihat sangat licik.

Hye Ra terbelalak melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti hendak membunuhnya hidup hidup. Hatinya bergemuruh.. bukan karena pesona yang selalu dipancarkan oleh Kyuhyun. Lain!. Ia merasa gelisah.. feeling-nya mengatakan bahwa hal buruk akan menimpanya sebentar lagi.

“ Kajjima!.”

Kyuhyun sama sekali tak menggubris permohonan Hye Ra. Dia tetap saja berjalan menjangkau knop pintu dan keluar dari ruangan itu.

Tinggalah dua orang wanita yang perbedaan usianya mungkin hanya lima tahun. Hye Ra dan Kim Uissanim.

“ Nona Hye Ra, mari saya antarkan anda ke ranjang.”

Hye Ra hanya bisa menjaga jarak dengan yeoja berparas cantik ini. Balutan jas putih itu tampak mengerikan saat dikenakan olehnya. Entah mengapa, Hye Ra was was pada Kim Uissanim.

“ Uissanim, untuk apa aku kemari? Aku tidak sakit sama sekali.”

Kim Uissanim tersenyum simpul mendengar pertanyaan Hye Ra. Ia tak menjawab malah membantu Hye Ra untuk berbaring di ranjang putih yang memang tersedia di ruangan itu.

“ Bukankah anda yang menginginkannya. Lantas anda kemari?.” Ucap Kim Uissanim tersenyum sambil memegang perut datar Hye Ra.

“ Memang aku menginginkan apa?.”

Hye Ra tersentak merasakan sebuah tangan tengah menyentuh perutnya. Jantungnya berdegup sangat kencang. Ia merasakan sebuah kejanggalan.

“ Menggugurkan kandungan.”

“ MWO?!!.”

Hye Ra bangkit dari pembaringannya. Matanya membulat sempurna menatap tak percaya Kim Uissanim. Ia tak percaya dengan apa yang akan dilakukan terhadapnya. Pasti Kyuhyun! Ini rencana Kyuhyun!.

“   JANGAN SENTUH ANAKKU!! ASAL KAU TAHU, AKU TAK AKAN MENGGUGURKAN KANDUNGANKU!!.” Hye Ra beringsut turun dari ranjang. Ia tak peduli dengan Kim Uissanim yang masih shock.

“ Hye Ra-sshi. Tenang dulu.” Kim Uissanim menahan lengan Hye Ra yang sudah hendak melangkah pergi.

Kim Uissanim kukuh menyuruh Hye Ra menggugurkan kandungannya, karena ia sudah termakan omongan Kyuhyun yang mengatakan bahwa Hye Ra gila. Kyuhyun mengatakan bahwa Hye Ra sering kali mencelakai dirinya sendiri dan bayi yang tengah dikandungnya.

“ Lepaskan aku!!.” Hye Ra meronta.

Tangan kanan Kim Uissanim masih saja mencengkram kuat pergelangan tangan Hye Ra, sementara tangan kirinya sibuk merogoh saku jas dokternya.

Dikeluarkan sebuah jarum suntik yang telah terisi oleh sebuah cairan obat penenang. Hye Ra terbelalak menatap jarum suntik yang tengah mengacung dihadapannya.

“ Kau pikir aku gila?! Aku sama sekali tidak gila!! Kau yang gila!! Kau gila! Lepaskan aku!!.” Dengan sekuat tenaga Hye Ra mendorong tubuh Kim Uissanim hingga limbung dan terpental kebelakang.

Rasa sakit disekitar lengan Hye Ra terasa sangat perih. Pasti akibat cengkraman dokter gila itu. Persetan tentang lengannya, Hye Ra tetap melangkahkan kakinya dengan setengah berlari untuk meraih knop pintu.

CEKLEK!

Pintu terbuka menyisakan sebuah ruang yang cukup lebar. Tanpa aba aba Hye Ra langsung keluar dan berlari sekuat tenaga yang ia punya. Satu yang ia pikirkan dan memang hanya satu. Dia harus keluar dari bangunan terkutuk ini! Ia harus menyelamatkan bayinya.

“ Hye Ra!!.” Sebuah teriakan dari suara yang sudah sangat familiar ditelinga Hye Ra pun terdengar.

Suara yang biasanya langsung membuat Hye Ra diam otomatis. Suara yang biasanya membuat Hye Ra terdiam, menangis, dan ketakutan, saat ini benar benar tak ia hiraukan sama sekali.

Ia terus berlari dan kecepatan berlarinya bertambah disaat sebuah derapan kaki juga terdengar dari arah belakang. Pasti Kyuhyun!.

Setelah melewati lorong lorong panjang itu, akhirnya Hye Ra sampai juga di halaman depan bangunan itu. Keberuntungannya, disana tengah berhenti sebuah taxi. Tanpa ba bi bu.. Hye Ra langsung masuk kedalam taxi itu.

“ Ahjjusi. Tolong cepat pergi dari sini.” Hye Ra menepuk pundak supir taxi dan berkata dengan suara yang bercampur tangisan itu.

“ SHIT!!.” Dilain sisi terlihat seorang namja tinggi tengah mengumpat ketika sebuah mobil berwarna biru itu melintas dengan kecepatan tinggi tepat dihadapannya.

-oOo-

-Paran High School’s Canteen-

Terlihat empat orang yeoja tengah duduk melingkar mengelilingi sebuah meja bundar. Hwa Young, Soo Jin, Soo Hee, dan Hye Ra. Empat sekawan yang juga sahabat karib sejak bangku sekolah dasar yang terlihat memang tak pernah terpisahkan.

“ Aisshh. Hal bodoh apalagi yang dilakukan Park seongsenim. Dia mudah sekali termakan omong kosong Ji Yoon sampai sampai rela menghabiskan banyak biaya untuk mengadakan tes urine. Hal itu tidak perlu karena Ji Yoon pasti hanya membual. Seperti tidak tahu Ji Yoon si omong besar itu saja. Huh!.” Oceh Soo Jin sambil menyeruput chocolate milkshake-nya.

“ Ne, gampang sekali percaya pada si Ratu Gossip itu. Mana mungkin uri Hyu Ra hamil diluar nikah. Apalagi dibangku sekolah. Itu tidak mungkin ‘kan Ra-yaa?.” Timpal Hwa Young.

Tak ada tanggapan dari Hye Ra. Ia malah asyik termenung. Mungkin bukan termenung, tetapi karena begitu banyak hal yang memenuhi otaknya. Beban demi beban terus saja masuk kedalam otaknya. Belum usai traumanya atas kejadian tiga hari lalu, saat ini beban pikirannya bertambah dengan keputusan Park seongsenim untuk mengadakan test urine karena berita yang saat ini tengah hangat hangatnya diperbincangkan di seluruh sekolah Paran. Siapa lagi kalau bukan Hye Ra? Berita Hye Ra hamil diluar nikah?.

“ Ra-yaa?!.” Soo Hee mengibas-ngibaskan telapak tangannya tepat di depan wajah Hye Ra.

“ Ah. Ne!.”

“ Hhh~ hobi melamunmu tak bisa dihilangkan.”

“ Hehehe. Mianhae!.”

KRINGG~

Bel tanda usai istirahat pun berbunyi. Hwa Young, Soo Jin dan Soo Hee segera beranjak dari tempat duduknya.

“ Ra-yaa. Kau tak kembali ke kelas?.” Tanya Soo Hee.

“ Eumm. Kalian duluan saja. Aku ingin membeli minum dulu.”

“ Oo. Ne. Kami kembali ke kelas dulu!.”

“ Ne.”

Hye Ra beranjak dari kursinya dan berjalan menuju tempat pemesanan makanan.

“ Ahjjusi, aku pesan milkshake.”

Tak lama kemudian sudah tersaji segelas milkshake coklat yang sangat menggiurkan. Tanpa berlama lama, Hye Ra langsung menyeruput banyak milkshake coklat kesukaannya itu.

“ Say goodbye with your baby, Hye Ra!.”

“ Aku melakukannya karena Ji Yoon sudah mengetahui keadaanmu dan karena aku tak ingin kau membeberkan semuanya yang menyangkut diriku pada semua orang.”

Seorang namja tengah berbicara lirih dibalik sebuah dinding yang membatasi antara Hye Ra dengan dirinya. Cho Kyuhyun! Dialah yang saat ini tengah tersenyum miring melihat Hye Ra masih asyik dengan milkshake yang sudah dicampurkannya dengan obat peluruh itu.

Hye Ra’s POV

Tubuhku terasa tak enak. Kepalaku benar benar pening dan berat. Peluh keluar dari kedua sisi pelipisku. Hhh~ waeyo?! Apakah ini gara gara kemarin mengerjakan tugas hingga larut malam?. Kurasa aku butuh banyak istirahat.

“ Giliran kelas 3-A.” Ujar Shin seongsenim dari balik pintu kelas.

Yeoja yeoja di kelasku beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kelas. Hanya aku yang saat ini masih terduduk. Aku tak tahu harus melakukan apa, jika tetap melakukan test urine ini keadaanku akan terbongkar. Eotthe?!.

“ Hye Ra! cepat ke kamar mandi!.” Ujar Shin seongsenim sambil memberikan sebuah botol urine.

“ Ne, seongsenim.”

-oOo-

                    “ Bagaimana jika disekolah kita benar benar ada yang hamil?.”

“ Sudah pasti dia akan dikeluarkan dan tak bisa mengikuti ujian akhir.”

“ Hhh~ itu mengerikan.”

“ Apa kau yakin Hye Ra hamil?.”

Aku tersentak mendengar desas desus dari para yeoja yang berada disepanjang koridor ini. Aku menoleh kearah dua orang yeoja yang tengah berbisik bisik.

Sungguh, jika diizinkan aku ingin menangis pilu saat ini. Tetapi bukankah jika aku menangis itu malah akan memperkuat dugaan mereka?

Mungkin aku harus bertelinga tebal saat ini. Aku berjalan menuju sebuah meja yang telah disediakan untuk menaruh botol botol urine sesuai dengan urutannya. Ku letakkan botolku, dalam hati tak henti hentinya aku berdoa. Meminta sebuah keajaiban.

Kepalaku.. mengapa bertambah pening saja?. Lututku juga semakin melemah dan semakin tak bisa menahan beban tubuhku. Peluhku menetes dengan derasnya dari kedua pelipisku.

Tiba tiba.. gelap..

Aku tak melihat apapun dan hanya mendengar suara suara yang meneriakkan namaku.

-oOo-

KREEK…

Menyembul 3 kepala dari balik daun pintu. Aku terkekeh pelan melihat wajah wajah sahabatku yang polos itu. Sudah seminggu, setelah aku pingsan disekolah, aku tak bertemu dengan mereka.

Seminggu yang lalu, aku mengalami pendarahan hebat. Semua orang curiga denganku yang sering mengalami pendarahan. Tetapi untung saja Choi Uissanim adalah dokter yang bisa diandalkan. Dia dokter kepercayaan keluarga kami.

Ia mengatakan jika pendarahan itu memang sering terjadi padaku dan bukan karena kehamilan yang mereka sangka. Hhh~ aku lega!.

“ Bagaimana keadaanmu Ra-yaa?!.” Tanya Soo Jin sambil meletakkan parcel berisi buah buahan segar di atas nakas.

“ Lumayan lebih baik.”

“ Kau harus sering istirahat, Ra-yaa! Kondisimu itu sungguh buruk. Ketika kecapaian kau langsung pendarahan. Aku benar benar khawatir.” Ucap Hwa Young yang duduk di samping ranjangku.

“ Nae gwenchana. Jangan khawatir.”

“ Oh ya. Ucapan Ji Yoon sudah terbukti kebohongannya. Dua hari yang lalu hasil tes urine dibagikan dan hasilnya tak ada satu siswi pun yang hamil. Hhh~ ini semua gara gara Park seongsenim dan Ratu Gossip itu. Sudah tahu Ji Yoon wanita bermulut besar, masih saja dipercaya. Jadi mulai saat ini kau bisa bernafas lega Ra-yaa. Semua gossip murahan tentang dirimu telah terpatahkan.”

“ MWO?!! Tak,, tak.. tak ada siswi yang hamil?.”

TBC….

Note :

Part ini menjadi acuan untuk sistem peng-ngetag-an untuk part selanjutnya.. author harap comment-nya bukan hanya berisi kata ” Daebak! ” ” Lanjut.” dsb.

Jadi jika ada yang masih comment semacam yang di atas.. kemungkinan besar tidak akan di tag untuk part selanjutnya. Bukan karena apa-apa, tapi author butuh saran dan komentar.. author ingin sebuah saran dan kesan akan cerita ini..

Gumawo ^^

 

35 thoughts on “I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby! ) Part 6

  1. Eon ,,hyera nya jngn d ‘bikn’ ke gu2ran donk!kasian kn ke aegy yg dh ada d perut hyera
    dan bikin kyuhyun sayang ke hyera ..
    Nex part nya jngn lma2 ya eon …FIGHTING !!!

  2. Kasian bgt sih hye ra,,t’rsiksa mulu kpan bhagia nya..
    Bner ngga siih jong woon yg ng’hamilin nuna ny kyuhyun..??
    Itu jga si ji yoon,,jhat bgt sih jdie org,,trus cpa tuh namja yg dtg k’rumah ny ji yoon ap org yg sma am yg ny’lamatin hye ra..??

    Kyaa penasaran,,cpetan d’lnjut ya thor…:)

  3. annyeong q sblm y komen di fb dgn nama mila…..
    kyuhyun tega bener krn takut ketawan sama ji yoon klo dia yg hamikin malah makr segala cara dilakuin but ngugurin kandungan y hye ra,,, kyuhyun tega bgt cuma gara2 dendam doang,,,, n tu jongwoon dituduh ngehamilin noona y kyuhyun tp dia bilang ngak pernah nyentuh hye ra berarti kyuhyun salah paham dong jd siapa yg hamilin noona y????

  4. tega bgt yahhh kyu oppa. emang sebegitu gk mnginginkan ank itu ya?!!
    dendam sih dendam tpi anak jga anak…hujh kyu oppa bkin sbel dechhh…..
    lanjut thor

  5. annyeong eonni aku reader baru sebelumnya aku uda komen di runissafanfiction.wordpress.com itu…..
    Cuma komenku msh di moderasi… Tlg percaya ya eon :)
    Aku komen disini aja yg part 5 soalnya disana aku gak nemu part 5 nya….

    Loh klo bukan yesung yg hamilin ahra syp dong? Masa iya ahra boongin kyu sih?! Dan kyu tega sekali loh masa dy mau hyera gugurin kandungannya? :(
    Trs yg pas tes kehamilan itu kok bs gada siswi yg hamil? :(
    Emg hyera beneran keguguran ya? :(

  6. Ya ampun… Knp kyu bs setega itu sih? Bwa hye ra ke klinik unt mnggugurkan kndungan, trs ngasih obat peluruh kandungan. Bnr2 kejam km kyu.. Smpe sgtuny km sm hye ra.. Huhuhuhuhuhu.. Pshl ksian bgt tu hye ra, bnr2 mnderita, trsiksa.. Kejamny org2 ke km hye ra.. Sabaaaaarrrr…

  7. annyeong..
    Mian komen nya dipart ini,
    Abis dari part 1 gatau mau ngomen apa, saking penasarannya langsung aja caw ke part berikutnya muehehe :p
    Untuk EYD sama typo bersih tor *yeye*
    Alurnya aku suka, engga terkesan terburu buru.
    Siapa yg ngehamilin ahra? Aku bunuh daa._. Kyu nya jadi salah paham kan! Kalo engga mah meren kyu bisa nerima aegy sm hyera
    Ga ada siswi yg hamil? Sh*t jan bilang hyera keguguran!
    Aigoo ini udah ngantuk -_- tapi deg2an sm penasaran. Caw part 7 hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s